(Taiwan, ROC) --- Juru bicara Gedung Putih Amerika Serikat - Jen Psaki menyampaikan bahwa AS tidak akan mengirimkan pejabat diplomatik atau perwakilan resmi mereka untuk menghadiri perhelatan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin yang akan digelar di Beijing. Keputusan tersebut diambil sebagai salah satu tanggapan terhadap aksi genosida serta kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM yang dilakukan RRT terhadap beberapa kawasan.
Jen Psaki juga menambahkan pihaknya akan tetap mendukung setiap atlet yang akan berlaga pada Olimpiade Musim Dingin mendatang. Menanggapi kabar tersebut, Kementerian Luar Negeri ROC (MOFA) menyampaikan, pihaknya akan menghargai setiap keputusan yang diambil oleh otoritas AS. MOFA menambahkan juga akan segera memahami situasi yang berkembang saat ini dan menggelar diskusi lintas kementerian.
Juru bicara MOFA – Joanne Ou (歐江安) menyampaikan, pihaknya telah memahami pemberitaan boikot yang akan dilancarkan AS terhadap pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di Beijing mendatang. Pemerintah di lain pihak juga akan mengambil langkah yang relevan, guna menghadapi perkembangan yang ada.
Joanne Ou mengatakan, “Pemerintah kami akan menghormati seluruh keputusan yang diambil oleh AS. Kami juga tengah mencoba memahami perkembangan situasi yang terjadi saat ini, dan akan kami tindak lanjuti dengan menggelar diskusi lintas kementerian, sebelum mengambil keputusan yang relevan.”
Juru bicara Istana Kepresidenan – Chang Tun-han (張惇涵) menyampaikan hal serupa, yakni akan memperhatikan setiap pemberitaan yang ada. Ia menuturkan bahwa setiap instansi pemerintahan akan mempertimbangkan seluruh kemungkinan, sebelum mengambil keputusan yang relevan.
Chang Tun-han melanjutkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi hak setiap olahragawan untuk berlaga dalam kejuaraan. Perdana Menteri Su Tseng-chang di lain pihak saat ditemui menyampaikan, atlet Taiwan telah menampilkan performa prima mereka dalam Olimpiade Tokyo 2020, maka pemerintah akan terus mengupayakan yang terbaik bagi mereka.
Presiden AS – Joe Biden dijadwalkan akan menjadi tuan rumah dalam perhelatan KTT Demokrasi Global semenjak tanggal 9 Desember hingga 10 Desember 2021 (waktu Amerika bagian timur). Pihak Taiwan akan diwakilkan oleh Audrey Tang (唐鳳) dan Hsiao Bi-khim (蕭美琴).
Di lain pihak, kemajuan hubungan antara Lituania dengan Taiwan diberitakan telah mendapat aksi balasan dari RRT. Negeri Tirai Bambu baru-baru ini diberitakan telah menghapus Lituania dari sistem bea cukai mereka, dengan tujuan untuk mencegat proses logistik impor ke Lituania.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Kantor Urusan Benua Eropa MOFA – Kendra Chen (陳詠韶) menyampaikan, Taiwan akan terus mendukung seluruh mekanisme perdagangan internasional, dan menyambut digelarnya kerja sama guna membahas kebijakan dan prosedur hukum untuk menentang paksaan otoriter. Taiwan juga kana menyerukan kepada seluruh negara anggota WTO untuk bersatu dan melestarikan semangat perdagangan bebas.