(Taiwan, ROC) – Akademisi Wong Chi-huey, yang juga peneliti di Genomics Research Center of Academia Sinica, berhasil mengembangkan vaksin baru jenis mRNA untuk melawan virus COVID-19 pertama di dunia. Hal ini juga menjadi sebuah terobosan baru dalam pengembangan vaksin influenza dengan cakupan yang lebih luas, yang merupakan pencapaian berikutnya usai mengembangkan vaksin protein monoglikosilasi secara luas, dan ini juga telah mendapatkan hak paten dari pihak Amerika Serikat, dimana disebutkan memiliki potensi untuk dikembangkan dengan efek yang lebih luas lagi, mampu melawan strain mutan yang berbeda, dan juga dapat diproduksi dengan cepat dalam skala besar.
Tim Wong Chi-huey bersama dengan tim Alex Ma menggunakan platform mRNA untuk membuat vaksin mRNA COVID-19 berefek luas, dengan sistem deglikasi pertama di dunia, dimana antibodi penetral dapat diproduksi untuk melawan varian British Alpha, varian Beta Afrika Selatan, varian Gamma Brasil, dan varian Delta India. Selain itu, vaksin tersebut memiliki modal produksi yang lebih rendah dari Modena, dan dapat diproduksi dalam jumlah banyak secara cepat.
Wong Chi-huey mengatakan bahwa vaksin mRNA COVID-19 terbaru, dengan daya efektif yang lebih luas, mampu menghilangkan posisi glikosilasi spesifik dari protein virus S, sehingga antibodi memicu protein anti-S dan menginduksi respons terhadap imun sel T yang lebih kuat. Respon dari imun diamati melalui percobaan pada tikus dan ditemukan bahwa respons imun sel T CD8+ sangat istimewa, dengan daya tahan yang lebih tinggi dan mampu melawan strain varian yang berbeda dan meningkatkan efisiensi secara luas untuk vaksin mRNA itu sendiri.
Wong Chi-huey menunjukkan bahwa strain varian "Omicron" yang paling mengkhawatirkan di dunia adalah karena mutasi hingga 10 node di wilayah pengikatan reseptor protein S, yang dapat mengurangi efek vaksin atau antibodi penetralisir, tetapi mekanisme sel T kurang terdampak mutasi virus, dan oleh sebab itu diharapkan dapat mengejar ketertinggalan mutasi virus yang ada.
Vaksin mRNA berefisiensi luas yang dikembangkan oleh tim Wong Chi-huey dan Alex Ma, kini telah mengajukan hak paten dari Amerika Serikat. Vaksin ini memiliki potensi cakupan efisiensi yang luas, mampu menghadapi strain mutan yang berbeda, dan dapat diproduksi dengan cepat dan dalam skala besar, karena penyimpanan kondisinya sama dengan vaksin Modena, yakni pada suhu di bawah -20°C, selain itu juga harga produksi yang relatif lebih murah dibandingkan vaksin lainnya.