(Taiwan, ROC) --- Penyuntikan dosis ketiga vaksin COVID-19 telah dimulai kemarin (2/12). Komandan Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) – Chen Shih-chung (陳時中) menyampaikan, pihaknya percaya bahwa vaksin produksi dalam negeri – Medigen berpeluang besar untuk memperoleh sertifikasi internasional.
Kini, pihak luar terus mempertanyakan kemungkinan apakah Medigen akan disertakan dalam daftar penyuntikan vaksin campuran dosis ketiga? Menjawab hal tersebut, CECC menyampaikan, ini semua harus kembali kepada hasil dari penelitian di lapangan.
Menanggapi munculnya varian baru COVID-19 – Omicron, Komandan CECC -Chen Shih-chung mengumumkan bahwa penyuntikan vaksin dosis ketiga telah dimulai semenjak kemarin. Saat ditanya pihak media, Chen Shih-chung menyampaikan, pihaknya belum memiliki data yang jelas perihal jumlah penerima dosis ketiga, dikarenakan penerapannya baru dimulai 1 hari.
Pemerintah pusat mengusulkan untuk mendirikan pos vaksinasi di toko swalayan atau pusat perbelanjaan, guna menambah minat masyarakat luas untuk menerima vaksin COVID-19. Di lain pihak, pemerintah Kota Taipei lebih memilih untuk menyuntikkan vaksin COVID-19 di rumah-rumah sakit.
Menanggapi usulan di atas, CECC menyampaikan, pusat tentu berharap agar masyarakat dapat menerima suntikan vaksin melalui banyak cara. Dengan demikian, vaksinasi COVID-19 di tengah masyarakat dapat semakin merata.
Pemerintah pusat tidak akan mewajibkan otoritas kabupaten atau kota untuk mengikuti peraturan tertentu. Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya memperlihatkan, bahwa aksesibilitas penyuntikan yang semakin tinggi akan berdampak positif bagi vaksinasi.
Vaksin Medigen diberitakan juga telah memperoleh pendanaan kolektif dari organisasi internasional “Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi CEPI”. Nantinya, pendanaan tersebut akan memungkinkan Medigen untuk melakukan uji coba heterologous dan mix and match sebagai salah satu vaksin yang disertakan dalam daftar penyuntikan dosis ketiga.
Chen Shih-chung mengatakan, Medigen memiliki peluang besar untuk menerima sertifikasi internasional, apalagi vaksin produksi Taiwan tersebut telah disertakan dalam program "Vaksin Percobaan" yang diusung WHO. Ini tentunya akan melewati peninjauan oleh para ahli terlebih dahulu, sebelum memperoleh pendanaan investasi besar-besaran. Chen Shih-chung juga percaya bahwa masyarakat luas akan setuju dengan pendapatnya.
Apakah nantinya vaksin Medigen akan disertakan dalam daftar penyuntikan dosis ketiga? Menanggapi pertanyaan tersebut, Chen Shih-chung menyampaikan bahwa ini semua akan tergantung pada hasil uji yang ada di lapangan. Dirinya juga tidak menutup kemungkinan terhadap seluruh kemungkinan yang ada.
Komandan CECC menyampaikan, dalam kurun 2 tahun belakangan, dunia internasional telah menghadapi gelombang penularan epidemi COVID-19 sebanyak dua kali. Taiwan hanya mencatat satu gelombang penularan, dan kasus yang tidak diketahui sumber penyebarannya hanya berjumlah 15.
Chen Shih-chung menuturkan, vaksin generasi berikutnya tidak akan banyak berubah. Ia juga berharap vaksin Moderna generasi kedua dapat segera diluncurkan.
“Kami juga akan memperhatikan seluruh kemungkinan untuk melakukan pengadaan terhadap vaksin Moderna,” tambah Chen Shih-chung.