(Taiwan, ROC) --- Semenjak tahun 2006, Yayasan Demokrasi Taiwan TFD (Taiwan Foundation for Democracy) telah menggelar “Penghargaan Demokrasi Asia dan HAM”. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau kelompok yang telah memberikan kontribusi luar biasa, guna mempromosikan prinsip demokrasi dan HAM di kawasan Asia melalui cara-cara damai.
Ini adalah penghormatan bagi mereka yang berani berbicara untuk keadilan. Nominasi “Penghargaan Demokrasi dan HAM Asia” untuk periode tahun 2021 berasal dari beberapa negara dunia, meliputi Afghanistan, Hong Kong, Thailand, Mongolia, India dan lain-lain. Para peserta pun datang dari berbagai lapisan, meliputi aktivis HAM kaum perempuan, promotor kebijakan sipil atau politik, dan praktisi gerakan anti diskriminasi.
Setelah melewati babak evaluasi selama 2 tahap, Ketua TFD – You Si-kun (游錫堃) mengumumkan pemenang untuk periode tahun ini yang diberikan kepada Humaira Rasuli. Humaira Rasuli adalah perempuan asal Afghanistan yang berprofesi sebagai pengacara HAM dan juga merupakan salah satu pendiri Asosiasi Revolusioner Wanita Afghanistan (RAWA).
Wanita yang pernah mengungsi di pengasingan Pakistan tersebut telah bergelut di banyak gerakan sosial semenjak usia 16 tahun. Setelah kembali ke Afghanistan, ia pun memimpin tim pengacara RAWA bersama dengan pakar gender dan mitra pembela hak perempuan lainnya, untuk menggelar penyelidikan terhadap kasus kekerasan seksual setempat. Mereka menyediakan layanan bantuan hukum untuk membantu kaum perempuan memperjuangkan keadilan.
You Si-kun mengatakan, “Setiap tahunnya, saya menantikan pemberian penghargaan ini. Dengan demikian, dunia lebih memperhatikan isu HAM di kawasan Afghanistan, terutama pada kaum perempuan. Pada saat yang sama, saya juga berharap agar Humaira Rasuli dapat memberikan inspirasi kepada mereka yang telah bekerja keras memperjuangkan nilai keadilan dan HAM. Ini juga menjadi simbol bahwa mereka tidak sendirian.”
Ketua Asosiasi Demokrasi Internasional asal Amerika Serikat - Derek Mitchell menyampaikan apresiasinya kepada Humaira Rasuli yang telah berjuang bagi kaum perempuan, terutama bagi mereka yang berada di kondisi terpuruk. Kemenangan ini tentu memiliki makna simbolis dan akan menjadi hal yang inspiratif, terutama untuk kawasan Benua Asia.