(Taiwan, ROC) -- Delegasi Kongres Amerika Serikat (AS) pada pagi hari ini (26/11) bertemu dengan Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文). Anggota Kongres AS, Mark Takano dalam pidatonya mengemukakan, komitmen AS kepada Taiwan setegar batu karang, dan akan terus memperdalam hubungan bilateral. Tujuan utama delegasi dalam kunjungan kali ini adalah untuk mengingatkan mitra dan sekutu, jika komitmen dan tanggung jawab AS terhadap kawasan Indo-Pasifik lebih kuat dari sebelumnya. Mark Takano juga memuji kinerja pencegahan epidemi Taiwan, serta menegaskan sumbangan dari Taiwan dalam bentuk peralatan medis pencegahan epidemi untuk AS, dan kemurahan hati untuk 15 negara diplomatik dan negara-negara lain, “Dunia telah dengan lantang berseru lagipula mendengar dengan jelas, jika Taiwan dapat membantu dan sedang membantu."
Mark Takano mengemukakan, mereka adalah Kongres AS ke tiga yang datang berkunjung ke Taiwan. Berharap setelah adanya kemajuan berkelanjutan yang dibuat untuk mengatasi epidemi, pembuat kebijakan (policy makers) AS dapat mengunjungi Taiwan sesering di masa lalu. Dirinya menambahkan, pada minggu ini tim Delegasi telah mengunjungi Jepang, serta Korea Selatan, dan sekarang datang berkunjung ke Taiwan. Mark Takano menegaskan, komitmen AS terhadap Taiwan setegar batu karang, dan terus memperdalam hubungan bilateral. Taiwan merupakan kisah sukses dalam demokrasi, mitra yang dapat diandalkan, dan kekuatan yang baik di dunia, serta merasa bangga dapat menyaksikan berkembangnya persahabatan dan kepercayaan antara Amerika Serikat dan Taiwan.
Mark Takano mengatakan, ”Kami datang berkunjung ke Taiwan pada minggu ini, adalah untuk mengingatkan mitra dan sekutu, setelah melewati dua tahun yang sulit, komitmen dan tanggung jawab bersama kami untuk kebebasan dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik lebih kuat dari sebelumnya.”
Mark Takano memuji kepemimpinan Presiden Tsai. Hubungan Taiwan-AS juga menjadi lebih positif dan efektif di bawah pemerintahan Presiden Tsai. Saat ini, kedua belah pihak bersama-sama menangani epidemi, mempromosikan hubungan perdagangan dan investasi serta kemakmuran ekonomi, mengatasi krisis iklim, dan mempromosikan nilai-nilai transparansi, hak asasi manusia, toleransi, serta supremasi hukum di kawasan dan dunia.