(Taiwan, ROC) – Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada 18 November mengemukakan, Konferensi Pihak Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-26 (UNFCCC COP26) berlangsung di Inggris, mulai 31 Oktober-13 November. Selama pertemuan tersebut, sebanyak 14 negara sahabat membantu Taiwan agar dapat turut berpartisipasi dalam UNFCCC dengan cara tertulis maupun tidak tertulis, merupakan hasil yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui pers rilis yang diumumkan oleh MOFA pada 18 November malam menyebutkan, UNFCCC COP26 pada tahun ini diselenggarakan di Glasgow, Inggris. Meskipun kecamuk COVID-19 belum mereda, sebagian besar negara masih mengirim utusannya untuk menghadiri pertemuan tersebut, guna menunjukkan pentingnya masalah-masalah iklim. MOFA menambahkan, Ditjen Perlindungan Lingkungan (EPA) Yuan Eksekutif telah secara rutin mengundang perwakilan dari sektor publik dan swasta untuk membentuk delegasi atas nama pengamat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Institut Penelitian Teknologi Industri (ITRI). Delegasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala EPA, Shen Chih-hsiu (沈志修), menjunjung tinggi prinsip partisipasi internasional Taiwan, yakni: “Profesionalisme, Pragmatisme, dan Kontribusi”, serta berhasil menyelesaikan berbagai tugas untuk berpartisipasi dalam konferensi tersebut.
MOFA menuturkan, pihaknya secara khusus menyelenggarakan “Hari Taiwan” di Glasgow, Inggris, serta bekerja sama dengan AS mengadakan “Kegiatan Mitra Pendidikan Lingkungan Global Menghubungkan Afrika”, dan kegiatan-kegiatan lainnya selama pertemuan tersebut berlangsung. Negara-negara sahabat Taiwan juga secara aktif membantu Taiwan, menegaskan kontribusi Taiwan untuk memerangi perubahan iklim, serta menyerukan masyarakat internasional agar dapat memasukkan Taiwan dalam proses negosiasi dan mekanisme terkait UNFCCC dan Persetujuan Paris
MOFA juga telah mengunggah video pendek yang bertajuk “A Green Promised Land” pada tanggal 1 November yang lalu. Melalui legenda banjir besar suku penduduk asli Taiwan, menyampaikan jika penggunaan energi hijau ramah lingkungan akan membantu mencapai tujuan keberlanjutan bumi, serta menjelaskan kepada komunitas internasional tekad Taiwan untuk bergerak menuju emisi nol bersih 2050 dan bersama-sama memerangi pemanasan global; Video tersebut memiliki subtitle dalam 13 bahasa dan telah ditonton lebih dari 8,44 juta orang.