(Taiwan, ROC) --- Organisasi InterPride yang merupakan penyelenggara “World Pride” menyematkan nama “Taiwan” dalam pernyataan terbaru mereka. Menanggapi kabar tersebut, Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada tanggal 16 November 2021 menyambut positif dan meminta warga dunia untuk memperhatikan “Resolusi 2758 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa”, yang telah diinterpretasi secara tidak tepat.
Dalam pernyataan terbaru mereka di platform Facebook, InterPride mengucapkan selamat kepada Taiwan atas terpilihnya Kota Kaohsiung sebagai tuan rumah pelaksana “World Pride” untuk periode tahun 2025. Selain memberikan ucapan selamat dalam bahasa Inggris, postingan tersebut juga dihiasi dengan gambar pelangi dan huruf Taiwan.
Melalui siaran persnya, MOFA menyampaikan, pada tanggal 12 November 2021 organisasi InterPride mengumumkan bahwa Kota Kaohsiung telah berhasil memenangkan hak tuan rumah pelaksana “World Pride” tahun 2025. Dan di dalam pengumuman tersebut, InterPride menyertakan kata “wilayah Taiwan” (The Region of Taiwan).
MOFA menambahkan, pihaknya akan segera menjalin komunikasi erat dengan pihak-pihak terkait seperti asosiasi LGBT Kaohsiung, InterPride dan pemerintah Kota Kaohsiung.
MOFA menambahkan, pihaknya membuka pintu bagi seluruh warga untuk mendiskusikan pelaksanaan “World Pride 2025” yang akan digelar di Kota Kaohsiung tersebut. Menanggapi pengumuman yang dirilis oleh InterPride, MOFA pun menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
Dalam pernyataannya, InterPride menuliskan bahwa mereka telah lama berupaya semaksimal mungkin untuk mengajukan “status konsultatif umum” (general consultative status) kepada pihak Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, guna memperluas pelayanan kepada komunitas LGBTQIA+. Oleh karena itu, InterPride akan mematuhi peraturan yang relevan dari PBB.
Kerja keras yang diupayakan oleh InterPride dalam mempromosikan kesetaraan gender, juga telah mendapat pengakuan dari MOFA.
MOFA juga meminta kepada warga dunia untuk mulai memperhatikan “Resolusi 2758 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa”, yang telah diinterpretasi secara tidak tepat. Dengan demikian, dapat memperlancar upaya-upaya positif dari organisasi non-pemerintah dunia lainnya, dan salah satunya adalah InterPride.