History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Bisa Bantu Memerangi Kejahatan Dunia Maya di Era Pascapandemi

  • 17 November, 2021
  • 曾秀情
Taiwan Bisa Bantu Memerangi Kejahatan Dunia Maya di Era Pascapandemi
Huang Chia Lu Commissioner Criminal Investigation Bureau Taiwan

(Taiwan, ROC) -- Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 melanda sebagian besar dunia. Pada pertengahan Mei 2021, Republic of China (Taiwan) mendadak mengalami peningkatan jumlah kasus. Ketika Taiwan sangat membutuhkan bantuan, mitra seperti Amerika Serikat, Jepang, Lituania, Republik Ceko, Slovakia, dan Polandia, serta Fasilitas COVAX  yakni mekanisme alokasi global untuk vaksin COVID-19, segera berjanji untuk menyumbangkan atau memberikan vaksin  ke Taiwan, sehingga Taiwan secara bertahap dapat mengendalikan pandemi. Ini adalah bukti upaya bersama internasional untuk mengatasi tantangan serius yang ditimbulkan oleh pandemi. Upaya bersama ini juga diperlukan untuk mengatasi meningkatnya kejahatan dunia maya internasional di era pascapandemi, dan Taiwan bersedia menjadi bagian dari upaya itu.

 *Semakin pentingnya teknologi siber pasca pandemi*

Selama pandemi, lembaga pemerintah Taiwan dan perusahaan swasta telah mengikuti kebijakan antipandemi untuk mencegah infeksi klaster. Orang-orang mulai bekerja di rumah, sekolah mengadopsi pembelajaran virtual, konsumen beralih ke e-commerce, dan platform layanan pemesanan dan pengiriman makanan online berkembang pesat. Pandemi telah menyebabkan perubahan dalam kehidupan manusia. Meskipun pandemi akan mereda di masa mendatang, namun tidak demikian dengan penyebaran teknologi siber yang telah merambah ke dalam kehidupan kita, baik dalam pekerjaan, kehidupan, belajar, waktu luang dan hiburan — yang membentuk gaya hidup baru secara keseluruhan.

Meningkatnya ketergantungan kita pada teknologi siber juga membuat kelompok kriminal lebih mudah mengeksploitasi kerentanan keamanan untuk melakukan tindakan kejahatan. Oleh karena itu, keamanan siber akan menjadi tugas krusial di era pascapandemi untuk menjaga keselamatan publik di seluruh dunia.

 *Kejahatan dunia maya tiada batas negara ;  kerjasama antar negara adalah kuncinya*                

Karena kejahatan dunia maya tiada batas negara, maka korban, pelaku, dan TKP mungkin berada di negara yang berbeda.  Kejahatan dunia maya yang paling umum adalah penipuan telekomunikasi, yang memanfaatkan internet dan teknologi telekomunikasi lainnya.  Kerjasama antar negara diperlukan untuk membawa sindikat penjahat internasional ke pengadilan.

Pada tahun 2020, polisi Taiwan menggunakan analitik data besar untuk mengidentifikasi beberapa warga negara Taiwan yang dicurigai melakukan operasi penipuan telekomunikasi di Montenegro. Taiwan menghubungi Montenegro dan mengusulkan bantuan hukum timbal balik, yang memungkinkan Montenegrin Special State Prosecutor’s Office untuk melanjutkan kasus ini. Melalui upaya bersama, pasukan polisi Taiwan dan Montenegrin mengungkap tiga operasi penipuan telekomunikasi, dan menangkap 92 tersangka yang dituduh menyamar sebagai pejabat pemerintah, polisi, dan jaksa dari China. Jumlah korban penipuan lebih dari 2.000, menyebabkan kerugian materi mencapai US$22,6 juta. Para tersangka adalah warga negara Taiwan, dengan korbannya adalah warga negara China. Dugaan kejahatan terjadi di Montenegro dan dilakukan melalui teknologi telekomunikasi.  Berkat kerja sama di antara polisi dua negara Montenegro dan Taiwan, para tersangka berhasil ditangkap, agar tidak memakan korban yang lebih banyak lagi.

Eksploitasi seksual anak dan remaja adalah kejahatan lain yang dikecam oleh internasional, yang mana negara-negara di seluruh dunia melakukan segala upaya pencegahan dan menyeret pelaku ke pengadilan. Pada tahun 2019, polisi Taiwan menerima informasi dari jaringan pribadi virtual CyberTipline Pusat Nasional AS untuk Anak Hilang dan Tereksploitasi yang mengindikasikan bahwa seorang warga negara Afrika Selatan di Taiwan dicurigai telah mengunggah sejumlah besar pornografi anak ke internet. Polisi Taiwan dengan cepat menemukan tersangka dan menggeledah kediamannya berdasarkan situasi yang dilaporkan, menyita barang bukti pornografi anak. Polisi juga menemukan foto dan video tersangka melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak Taiwan. Kasus ini dapat teratasi berkat kerjasama antar negara dan berbagi intelijen kriminal, sehingga dapat secara efektif mengurangi kasus kejahatan.

Komentar

Terbarumore