(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 11 November 2021, Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC) menyampaikan, bagi mereka yang kembali ke Taiwan semenjak tanggal 14 Desember 2021 hingga 14 Februari 2022, maka wajib menjalankan prosedur pencegahan epidemi, yang terbagi ke dalam “Karantina di lembaga karantina terpusat atau hotel pencegahan epidemi selama 7 hari + karantina mandiri di dalam rumah selama 7 hari + swakontrol kesehatan selama 7 hari”.
Namun demikian, beberapa masyarakat mengaku bahwa pengumuman tersebut membuat mereka kewalahan, karena harus mengubah tanggal dan jumlah hari, di mana mereka akan menempati hotel pencegahan epidemi bersangkutan. Belum lagi dengan pihak hotel yang baru-baru ini memutuskan untuk menaikkan harga mereka.
Saat ditemui di Yuan Legislatif hari ini (16/11), Menteri Perhubungan MOTC – Wang Kwo-tsai (王國材) menyampaikan, jika kedapatan menaikkan harga secara tidak wajar atau melebihi 20%, maka MOTC akan membatalkan pengajuan subsidi dari pemilik hotel tersebut.
Wang Kwo-tsai mengatakan, “Perihal hotel pencegahan epidemi, kami telah berbicara dengan mereka. Jika kenaikan harga mereka melebihi 20%, maka akan kami tindak lanjuti, yakni dengan menghentikan subsidi NT$ 1.000/kamar. Kami akan meminta pihak Biro Pariwisata untuk memantau penerapannya di lapangan.”
Di lain pihak, Biro Pariwisata menyampaikan, pihaknya akan menghentikan seluruh subsidi bagi pihak pemilik/pengelola hotel yang kedapatan menaikkan tarif mereka secara tidak wajar. Di samping itu, otoritas terkait juga akan menambahkan nilai subsidi harian menjadi NT$ 1.500.
Menanggapi keluhan masyarakat terhadap minimnya jumlah kamar yang disediakan oleh hotel pencegahan epidemi, Wang Kwo-tsai menyampaikan, pihaknya telah mengumumkan total akomodasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama periode 14 Desember 2021 hingga 31 Januari 2022 mendatang. Hingga hari ini, kapasitas kamar masih sangat mencukupi.
Di lain pihak, Biro Pariwisata dan unit terkait lainnya akan memperhatikan jumlah permintaan dengan kapasitas yang ada di lapangan, guna menyambut datangnya arus balik warga Taiwan dari luar negeri saat perayaan Imlek.