(Taiwan, ROC) - Pelajar internasional non-residen akan untuk sementara dilarang memasuki Taiwan antara 15 Desember dan 11 Februari tahun depan untuk menanggulangi pemberlakuan prokes mudik Hari Raya Imlek bagi diaspora, yang dijadwalkan dilaksanakan sepanjang dua bulan mulai 15 Desember.
Kementerian Pendidikan (MOE) mengutarakan, pembatasan sementara hanya berlaku untuk siswa yang belum memiliki kartu ARC, maka bagi pelajar yang ingin masuk semester musim gugur diminta untuk melakukannya pada atau sebelum 14 Desember.
Menurut MOE, siswa tanpa ARC sah yang ingin masuk setelah 15 Desember harus mengajukan aplikasi melalui sekolah mereka untuk menguraikan alasan keterlambatan masuk, mengapa pengaturan pembelajaran pengganti tidak mencukupi, serta perincian rencana karantina; atau bisa menunggu hingga 12 Februari bagi yang ingin mengikuti semester musim semi.
Aplikasi sebelum 12 Februari akan diteruskan ke Pusat Komando Epidemi Sentral (CECC), yang akan memberikan persetujuan tergantung pada jumlah ruang karantina yang tersedia pada saat pengajuan permohonan, kata MOE.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mengantisipasi diaspora dengan jumlah besar yang diperkirakan akan kembali ke Taiwan sebelum Tahun Baru Imlek, CECC telah memperkenalkan sejumlah pembatasan sementara untuk memastikan ruang yang cukup di pusat isolasi terpadu dan hotel karantina.