History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kementerian Ketenagakerjaan: Mulai 1 Januari 2022 Shift Siang atau Malam Harus Diberikan Lembur

  • 03 November, 2021
  • 曾秀情
Kementerian Ketenagakerjaan: Mulai 1 Januari 2022 Shift Siang atau Malam Harus Diberikan Lembur
Kementerian Ketenagakerjaan

(Taiwan, ROC) -- Majikan menugaskan tenaga kerjanya untuk bekerja di luar waktu kerja? Di masa lalu, Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan bahwa adanya perbedaan antara tugas dan pekerjaan sehari-hari, untuk itu tidak dihitung dalam waktu kerja. Kementerian Ketenagakerjaan tanggal 2 November menyampaikan, mempertimbangkan penugasan kerja tenaga kerja sulit terlepas dari pengawasan majikan selama shift kerja maka mulai tahun depan akan dimasukkan dalam hitungan kerja, pada bagian yang melampaui jam kerja normal maka akan dihitung sebagai perpanjangan waktu kerja alias lembur yang harus diberikan uang lembur.

Kementerian Ketenagakerjaan mengemukakan, pada tahun 1985 sempat memperhatikan penetapan ini, karena penugasan kerja di luar waktu kerja masih dalam cakupan bidang pekerjaan, “tidak termasuk dalam perjanjian kerja”, seperti pengurusan mendadak dokumen, menerima telepon, inspeksi tempat kerja dan lainnya. Karena penugasan kerja atau shift kerja malam memiliki perbedaan dengan pekerjaan sehari-hari, lebih menyerupai meminta orang untuk tetap tinggal di tempat yang tidak diakui sebagai waktu kerja selama bertahun-tahun ini, dan ini telah mendapat kritikan dari dunia luar. 

Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan, untuk melindungi hak dan kepentingan tenaga kerja maka Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan klausul matahari terbenam pada tahun 2019 dan mengumumkan untuk memberikan waktu persiapan maka pemberlakuan baru akan dihentikan pada 1 Januari 2022.

Deputi Direktur Departemen Standar Tenaga Kerja dan Kesetaraan Ketenagakerjaan, Huang Wei-chen mengatakan, “Jika sebuah perusahaan mengatur seorang tenaga kerjanya untuk tugas malam, maka harus dimasukkan dalam pengaturan jam kerja, juga apabila selama beberapa hari sebelumnya bekerja normal pada siang hari, tetapi pada saat harus bertugas malam maka perlu untuk melakukan negosiasi dengan pihak bersangkutan, waktu kerjanya disesuaikan menjadi waktu kerja malam.”

Huang Wei-chen juga mengemukakan, jumlah tunjangan untuk shift siang atau shift malam tidak boleh kurang dari jumlah gaji pokok bulanan yang dibagi dengan 240 kemudian dikalikan dengan jumlah jam kerja atau shift malam. Selain itu untuk mempromosikan kesetaraan gender maka merevisi peraturan “perempuan tidak diperbolehkan bekerja di malam hari”, dengan menambahkan perusahaan terkait harus menyediakan fasilitas keamanan, tetapi untuk pekerja yang sedang hamil atau menyusui tetap dilarang ditugaskan shift malam.

Huang Wei-chen juga mengingatkan, apabila majikan melanggar peraturan, mengancam dan tidak memberikan uang lembur berdasarkan UU Ketenagakerjaan, shift kerja gilir yang jeda waktunya kurang dari 11 jam atau melanggar 7 hari kerja 1 hari istirahat dan lainnya maka akan dikenakan sanksi NT$20.000 – NT$1 Juta.

Komentar

Terbarumore