(Taiwan, ROC) --- Dalam perhelatan Forum Tokyo-Beijing yang digelar pada tanggal 25 Oktober 2021, Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) – Wang Yi menyampaikan, masalah Taiwan adalah isu yang sangat sensitif dan Jepang tidak sepatutnya turut campur. Media Jepang mewartakan, pernyataan Wang Yi yang disampaikan melalui video yang direkam sebelumnya tersebut hendak ditujukan kepada Perdana Menteri Fumio Kishda yang baru saja dilantik.
Media Asahi Shimbun melaporkan, organisasi nirlaba Jepang “Speech NPO” mengundang para ahli dan cendekiawan dari Jepang dan RRT, guna menghelat kegiatan yang diberi tajuk “Forum Tokyo – Beijing” pada tanggal 25 Oktober 2021. Dalam pidato virtual yang direkam sebelumnya, Menlu RRT – Wang Yi menyampaikan, masalah Taiwan adalah isu yang sensitif, mengingat hal tersebut menyangkut fundamental perpolitikan kedua negara. Ia pun meminta kepada pihak Jepang untuk mematuhi poin kepatuhan terhadap Prinsip Satu Tiongkok, seperti yang tertera dalam Empat Dokumen Politik Jepang – Tiongkok.
“Tidak boleh ada ambiguitas, apalagi upaya untuk melangkahi batas yang telah ditetapkan”.
Mengenai sengketa kedaulatan Kepulauan Senkaku, Menlu Wang Yi menganjurkan untuk menghilangkan upaya campur tangan dari pihak luar.
Perihal Hak Asasi Manusia, Menlu Wang Yi menyampaikan, hal tersebut tidak boleh digunakan sebagai alat/alasan untuk mencampuri urusan internal negara lain.
Laporan tersebut juga menyebutkan, mantan PM Yoshihide Suga bertolak ke AS pada bulan April tahun ini, guna menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden AS – Joe Biden. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis bersama, mereka berdua menyebut isu Taiwan. Yang mana hal ini adalah yang pertama kalinya selama 52 tahun belakangan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk mengedepankan perdamaian di Selat Taiwan. Jepang juga menyatakan kesetujuannya terhadap AS dalam menyikapi permasalahan stabilitas regional dan isu pelanggaran HAM di kawasan Uyghur Xinjiang.
Selain itu, Wang Yi juga menyebutkan Jepang dan RRT dapat menggalang kerja sama di bidang-bidang seperti perubahan iklim, ekonomi digital, dan Big Data. Hubungan bilateral antar kedua negara akan genap berusia 50 tahun pada tahun mendatang. Ini diharapkan dapat menjadi pencapaian terbaru bagi sektor kerja sama RRT dengan Jepang untuk 50 tahun berikutnya.
Media NHK mewartakan, Menlu Wang Yi menyampaikan, guna meremajakan wilayah Benua Asia, maka perlu menghilangkan segala bentuk campur tangan pihak luar, serta terus berupaya menjaga stabilitas dan perdamaian regional. Meski Wang Yi tidak menyebutkan secara gamblang, tetapi pernyataan tersebut tampaknya ditujukan bagi isu Taiwan, serta masalah HAM yang terus diungkapkan oleh pihak AS.
Dalam pidato sambutannya, Menlu Jepang - Toshimitsu Motegi menyampaikan, pertukaran antar Jepang dengan RRT kian menurun di tengah wabah pandemi COVID-19 yang masih belum menemukan titik terang. Ia pun berharap kedua belah pihak dapat melanjutkan ragam pertukaran pada tahun mendatang.
Forum Tokyo-Beijing digelar setahun sekali. Pelaksanaannya pun dilakukan secara virtual dalam 2 tahun ini, dikarenakan kecamuk pandemi COVID-19.