(Taiwan, ROC) --- Dalam sebuah wawancara dengan media CNN pada tanggal 21 Oktober 2021 kemarin, Presiden Joe Biden menyampaikan bahwa AS memiliki komitmen untuk membela Taiwan, jika otoritas Beijing melancarkan serangannya.
Meski otoritas Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS menekankan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak pernah berubah dengan berkiblat pada “UU Hubungan Taiwan”, tetapi pidato yang disampaikan oleh Presiden Joe Biden terhadap kebijakan di Selat Taiwan menjadi perhatian dari media asing.
Pada tanggal 25 Oktober 2021, Juru Bicara Deplu AS – Ned Price mengadakan pertemuan pers rutin dan sekali lagi menerima pertanyaan serupa dari awak media
Awak media mengutip Pasal 3 Ayat 3 UU Hubungan Taiwan yang menginstruksikan Presiden AS untuk segera memberi tahu pihak Kongres, jika keamanan atau sistem ekonomi sosial Taiwan terancam, guna menjaga kepentingan AS pribadi. Presiden dan Kongres akan mengikuti prosedur konstitusional ,untuk kemudian menentukan “tindakan tepat” yang akan diambil AS.
Sang wartawan pun bertanya, apakah pemerintahan Joe Biden menafsirkan UU Hubungan Taiwan menuliskan, jika RRT melancarkan serangan kepada Taiwan, maka AS memiliki komitmen untuk membela Taiwan.
Ned Price tidak memberikan tanggapannya secara langsung, tetapi ia tidak mengelak akan sikap Presiden Joe Biden yang memiliki komitmen kuat untuk mematuhi UU Hubungan Taiwan. Selama menjabat posisi senator, Ned Pride diberitakan memberikan suara dukungannya untuk mengesahkan kebijakan terkait. UU Hubungan Taiwan adalah bagian penting dari upaya AS terhadap perkembangan perdamaian regional dan hubungan lintas selat.
Ned Price pun kembali menjelaskan akan dua prinsip utama yang berada di bawa UU Hubungan Taiwan. Pertama, AS akan terus membantu Taiwan dalam menjaga kemampuan pertahanan militer yang memadai. Kedua, dalam menanggapi setiap tindakan yang mengganggu stabilitas perdamaian Selat Taiwan, AS akan melihatnya sebagai bentuk ancaman terhadap situasi perdamaian di Pasifik Barat.
Ia menekankan, “Ini selalu menjadi kebijakan AS dan tidak akan pernah berubah!”. Ned Price juga menekankan, selama duduk di posisi pemerintahannya, Presiden Joe Biden tidak pernah mengumumkan untuk mervisi kebijakan apapun. AS masih berkomitmen untuk mematuhi “Prinsip Satu Tiongkok” yang mana prinsip tersebut sudah seharusnya berdasar pada UU Hubungan Taiwan, Three Joint Communiqués dan Enam Jaminan.