History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pakar: Jika Persentase Vaksinasi Tinggi Maka Pelonggaran Masuk Saat Liburan Tahun Baru Imlek Memungkinkan

  • 23 October, 2021
  • 譚雲福
Pakar: Jika Persentase Vaksinasi Tinggi Maka Pelonggaran Masuk Saat Liburan Tahun Baru Imlek Memungkinkan
Pakar: Jika Persentase Vaksinasi Tinggi Maka Pelonggaran Masuk Saat Liburan Tahun Baru Imlek Memungkinkan

        (Taiwan, ROC) – Sehubungan dengan adanya pemikiran untuk memperlonggar berbagai peraturan di perbatasan negara, khususnya izin masuk ke Taiwan di masa liburan Tahun Baru Imlek pada tahun depan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral atau CECC, ada sebagian pakar ahli yang memiliki pemikiran yang serupa, dengan turut mempertimbangkan kondisi vaksinasi yang ada saat ini, jika persentase vaksinasi mampu dinaikkan dengan cepat dan juga adanya izin untuk pemberian vaksin secara campur, serta cakupan vaksinasi di dalam negeri telah mencukupi, maka pembukaan izin masuk di perbatasan negara boleh dipertimbangkan untuk diperlonggar.

        Komandan CECC Chen Shih-chung pada hari Jumat tanggal 21 Oktober menyampaikan bahwa pihaknya memang tengah memprogramkan pelonggaran izin masuk pada saat memasuki liburan Tahun Baru Imlek, sementara itu untuk warga asing yang masuk ke Taiwan dan masih diberlakukan pengontrolan secara ketat. Adapun pelonggaran yang dimaksudkan adalah memperpendek masa karantina atau boleh melakukan karantina mandiri di rumah bagi warga negara Taiwan yang kembali pulang ke Taiwan, dengan demikian diharapkan mampu meningkatkan jumlah warga Taiwan yang kembali pulang ke Taiwan, sekaligus memberikan kemudahan bagi mereka. Berkenaan dengan hal ini, banyak pakar yang berpendapat jika pelonggaran boleh dipertimbangkan jika cakupan vaksinasi telah mencapai jumlah persentase yang tinggi atau telah mencapai target yang ditentukan.

        Dosen Departemen Kesehatan Publik National Taiwan University, Chen Hsiu-hsi saat menerima wawancara dari media pada hari Jumat tanggal 22 Oktober menyampaikan bahwa sebelumnya negara Singapura dan Inggris yang kembali mengalami serangan pandemi skala besar, hal tersebut dikarenakan jumlah penerima vaksin yang masih tidak banyak, sehingga mempermudah penularan virus COVID-19. Untuk saat ini, banyak negara di kawasan Uni Eropa yang menerapkan program bagi mereka yang telah menerima suntikan vaksin lengkap atau dua dosis, maka tidak perlu lagi melakukan karantina mandiri di rumah. Chen Hsiu-hsi berpendapat, dengan melihat kondisi vaksinasi yang ada di dalam negeri, serta adanya kemungkinan pembukaan kesempatan untuk melakukan penyuntikan vaksin campur, pada saat masuk liburan Tahun Baru Imlek di tahun depan, dan jumlah penerima vaksin dosis ke dua telah mencapai 60%, maka boleh mempertimbangkan memperlonggar izin masuk ke Taiwan, dan khususnya untuk mereka yang berasal dari negara yang berkondisi baik dalam penanganan pandemi atau jumlah kasus yang rendah, bisa diizinkan untuk tidak melakukan karantina mandiri di rumah. 

        Dosen Falkutas Kesehatan Publik Taipei Medical University, Chiou Hung-yi menyampaikan jika kondisi pandemi di Amerika saat ini adalah jumlah kasus positif yang dilaporkan dalam sehari mencapai angka 100 ribu orang, namun tetap memberlakukan izin masuk bagi warga negara lain tanpa harus melakukan pemeriksaan. Untuk negara Inggris, jumlah kasus harian juga mencatat puluhan ribu orang, namun juga tidak memperketat izin masuk di perbatasan negara. Oleh sebab itu, Chiou Hung-yi berpendapat jika jumlah persentase penerima vaksin dosis pertama telah mencapai 80 hingga 90%, dan jumlah penerima vaksin dosis ke dua telah mencapai lebih dari 70%, maka tentu bisa mulai mempertimbangkan pelonggaran izin masuk ke Taiwan dengan langkah melakukan karantina mandiri di rumah atau memperpendek masa yang ditetapkan sebelumnya, namun tentu saja harus dipadukan dengan tes PCR atau rapid tes, sehingga masih tetap mempertahankan keamanan yang ada.

        Chiou Hung-yi menegaskan bahwa melihat kondisi mobilisasi, perkumpulan yang ada selama beberapa waktu terakhir, angka kasus dalam negeri tidak mengalami kenaikan, ini juga pertanda jika kondisi di dalam negeri cukup bersih dan terjaga. Taiwan perlu mempertimbangkan untuk kembali membuka pintu masuk jika cakupan vaksinasi di dalam negeri telah mencapai standar yang ditetapkan, karena Taiwan tidak dapat terus menutup pintu sedemikian lamanya, akan tetapi tentu saja semua masyarakat Taiwan harus tetap menanggung adanya risiko kebocoran dalam hal penanganan pandemi.

Komentar

Terbarumore