(Taiwan, ROC) --- Setelah Prakarsa Pendidikan Taiwan – AS ditandatangani pada bulan Desember tahun lalu, Komite Tionghoa Perantauan (OCAC) secara aktif telah mendirikan pusat pembelajaran Bahasa Mandarin di kawasan Negeri Paman Sam. Dari 15 pusat pembelajaran yang direncanakan, telah ada 6 hingga 7 institusi Bahasa Mandarin yang telah didirikan.
Pada beberapa hari lalu, Ketua OCAC - Tung Chen-yuan (童振源) diberitakan telah terbang ke AS, guna menghadiri peresmian pusat pembelajaran terkait. Beliau pun berharap agar hal ini dapat mengintegrasikan sumber daya pendidikan, terutama di sekolah-sekolah berbahasa Mandarin setempat, guna memperluas pertukaran atau meningkatkan minat warga AS untuk belajar Bahasa Mandarin dan mengenal budaya Taiwan.
Pada saat yang sama, OCAC akan menggelar program, yang memungkinkan generasi kedua Tionghoa Perantauan AS untuk mengenal dan memperdalam hubungan dengan Taiwan.
Saat menerima wawancara dengan Radio Taiwan Internasional (RTI), Tung Chen-yuan mengemukakan, sebelumnya Taiwan telah mendirikan banyak sekolah Tionghoa Perantauan di AS, dengan dibekali pengalaman mengajar selama 40 hingga 50 tahun. Namun demikian, pengajaran di sekolah-sekolah tersebut sebagian besar hanya ditujukan bagi kaum Tionghoa Perantauan generasi kedua atau ketiga.
Kini, pusat pembelajaran Bahasa Mandarin didirikan dengan tetap berdasar pada sekolah Tionghoa Perantauan di luar negeri. Melalui sumber pembelajaran yang maksimal, maka diharapkan dapat membuka peluang bagi warga AS untuk mengenal ragam sektor budaya, nilai dan gaya hidup , sembari memperdalam Bahasa Mandarin mereka.
Tung Chen-yuan melanjutkan, Taiwan memiliki potensi luar biasa bagi pembelajaran Bahasa Mandarin. Sekolah Tionghoa Perantauan yang telah berdiri di AS juga mempunyai pengalaman yang luar biasa, misal fasilitas unggul yang dimiliki oleh Irvine Chinese School, dan jumlah tenaga pengajar maksimal yang dimiliki, guna mendukung proses belajar mengajar.
OCAC mendorong para tenaga pengajar yang terakreditasi tersebut untuk terjun dalam institusi pengajaran di sekolah dasar atau sekolah umum setempat. Pada masa mendatang, pusat pembelajaran Bahasa Mandarin juga akan memungkinkan warga AS untuk mempelajari budaya Taiwan, melalui aktivitas belajar Bahasa Mandarin di luar negeri.
Tung Chen-yuan mengatakan, “OCAC bertanggug jawab untuk mempromosikan sekolah Tionghoa Perantauan. MOFA di lain pihak juga bertanggung jawab untuk menjalin komunikasi, pertukaran dan kerja sama antar pemerintah. Kementerian Pendidikan berperan penting untuk menggelar kerja sama di tingkat universitas. Ketiga kementerian kami saling berinteraksi dan bekerja sama untuk menyukseskan program yang ada. Pada saat yang sama, kami juga akan menggelar pertemuan rutin dengan AIT. Di samping itu, kami juga telah meloloskan program 4 tahun, yakni selama 4 tahun ini akan mendirikan 100 pusat pembelajaran Bahasa Mandarin di Amerika Serikat dan Eropa.”
Tung Chen-yuan menekankan, generasi pertama Taiwan yang berada di AS pada umumnya akan menamatkan jenjang pendidikan mereka terlebih dahulu di dalam negeri. Tidak heran jika generasi pertama memiliki ikatan yang lebih erat dengan Bumi Formosa.
Fenomena ini akan berbeda dengan mereka yang merupakan generasi kedua, atau dengan kata lain yang besar di AS. Meski ada beberapa dari mereka yang mengecap pendidikan di sekolah Tionghoa Perantauan, tetapi pengetahuan terhadap Taiwan masih terbilang minim, dan terhenti hanya hingga ke kakek atau nenek mereka.
Tung Chen-yuan melanjutkan, generasi kedua Tionghoa Perantauan sebagian besar adalah kelompok anak muda yang tinggal di daerah setempat, dan lebih fokus terhadap prinsip karier dan bantuan pekerjaan. Oleh karena itu, semenjak menjabat posisi Ketua OCAC, Tung Chen-yuan telah meminta timnya untuk mendekatkan diri kepada generasi muda dan menggelar komunikasi dengan menggunakan Bahasa Ibu mereka.
Pada saat yang sama, Tung Chen-yuan juga menyarankan agar jangan meminta generasi muda Tionghoa Perantauan untuk membantu Taiwan dalam memperluas ruang internasional, melainkan lebih membuat mereka untuk mengenal Taiwan terlebih dahulu atau berinteraksi melalui bidang yang diminati.