History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pencabutan Bendera dalam Kejuaraan Selam Bebas Dunia, Taiwan Mendapatkan Dukungan dari 10 Negara

  • 01 October, 2021
  • 陳柏萇
Pencabutan Bendera dalam Kejuaraan Selam Bebas Dunia, Taiwan Mendapatkan Dukungan dari 10 Negara
Pencabutan Bendera dalam Kejuaraan Selam Bebas Dunia, Taiwan Mendapatkan Dukungan dari 10 Negara

 (Taiwan, ROC) -- Atlet Taiwan mengikuti kejuaraan selam bebas dunia, namun saat siaran pada tanggal 28 September yang lalu pihak penyelenggara tiba-tiba mencopot bendera Taiwan. Selain menyatakan protes, AIDA TAIWAN telah mendapatkan dukungan dari 10 negara lain, termasuk Jepang dengan cara turut meminta penghapusan bendera nasional masing-masing negara dalam siaran tersebut.

Total sebanyak 5 atlet Taiwan melakukan perjalanan jauh hingga ke Siprus untuk dapat berpartisipasi dalam kejuaraan selam bebas dunia kali ini. Namun pada tanggal 28 September yang lalu, pihak penyelenggara Asosiasi Pengembangan Selam Bebas Internasional AIDA menghapus bendera Taiwan dari layar siaran tanpa adanya peringatan sama sekali. Atlet Taiwan, Mia Hou (侯一明) menjadi satu-satunya pemain dengan bendera kosong di antara 44 kontestan pada hari itu.

Melalui penyelidikan dan pemahaman yang dilakukan oleh AIDA TAIWAN, diketahui jika pihak penyelenggara menyiarkan siaran langsung dengan menampilkan bendera nasional Taiwan, menyebabkan siaran langsung yang disiarkan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terus mendapatkan gangguan. Guna dapat terus menyiarkan proses kejuaraan dengan lancar, pihak penyelenggara pun memutuskan untuk mencopot bendera nasional Taiwan tanpa melakukan pemberitahuan terlebih dahulu terhadap atlet AIDA TAIWAN. AIDA TAIWAN merasa jika perbuatan tersebut sangat merugikan hak-hak pemain Taiwan.

Namun juru bicara AIDA TAIWAN, Wu Bing-you (吳秉宥) merasa “Penyelenggara menekankan jika keputusan penyesuaian tersebut adalah keputusan mereka sendiri, melainkan bukan karena adanya tekanan dari sponsor Negeri Tirai Bambu.”

Meskipun Ketua Panitia Pelaksana AIDA, Alexandru Russu pada tanggal 28 September yang lalu telah meminta maaf kepada delegasi Taiwan, namun tidak ada rencana untuk memunculkan kembali bendera Taiwan di pertandingan berikutnya. Pihaknya hanya memberikan dua opsi pilihan, yakni mengganti bendera nasional Taiwan dengan bendera Olimpiade Tionghoa Taipei, atau membiarkan kolom tampilan bendera tetap kosong, dan pada akhirnya delegasi Taiwan pun memilih opsi yang terakhir.

Wu Bing-you (吳秉宥) menjelaskan, pertimbangan utama pihaknya dapat memilih opsi untuk mengosongkan bendera nasional adalah “Apabila dalam ajang ini kita mengerdilkan diri dan menerima untuk menggunakan bendera Olimpiade, ke depannya jika pihak penyelenggara kembali meminta, maka kita pun tidak ada alasan lain untuk menolaknya.”

AIDA TAIWAN mengemukakan, setelah ajang tersebut berakhir akan mengajukan protes kepada pihak penyelenggara, termasuk merasa keputusan pihak penyelenggara dalam mencopot bendera nasional Taiwan terlalu ceroboh. Apabila ingin melewati mekanisme sensor RRT, seharusnya ada lebih banyak metode lain yang patut untuk dipertimbangkan. Jika karena mempertimbangkan sponsor atau kompromi pasar RRT, ke depannya juga mungkin akan terjadi kepada negara anggota lainnya.

Secara bersamaan AIDA TAIWAN juga meminta negara-negara anggota lainnya untuk turut mendukung, dan pihaknya telah mendapatkan dukungan minimal dari 10 negara, termasuk Jepang, Rusia, Amerika Serikat, Kroasia, Belanda, Australia, Korea Selatan, Prancis, Jerman, dan Slovenia yang mengharapkan kolom bendera pada atlet-atlet mereka dapat turut dikosongkan. Melihat begitu banyaknya negara yang bersedia menyuarakan dukungannya, sontak menyentuh hati para atlet dan masyarakat Taiwan yang menonton pertandingan tersebut.

Komentar

Terbarumore