(Taiwan, ROC) Taiwan telah mengajukan permohonan partisipasi dalam Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik(CPTPP), Sekjen Yuan Eksekutif Li Meng-yen(李孟諺) pada hari Rabu (29/9) menyampaikan, guna menanggulangi pukulan terhadap industri pertanian, saat ini pemerintah tengah merancang anggaran dana untuk rantai dingin pemasaran produk pertanian ke luar negeri dan fasilitas karantina, menyusun langkah kebijakan pendukung yang bertujuan untuk membantu para petani, dana yang akan dianggarkan akan lebih besar daripada pendanaan partisipasi dalam Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) tahun 2000 yang berjumlah NT$ 100 milyar.
Pelaksana peninjauan dalam Komite Dalam Negeri Yuan Legislatif pada Rabu ini (29/9) juga telah menyetujui, Sekjen Yuan Eksekutif Li Men-yen memimpin 6 orang calon untuk ikut dalam sidang interpelasi. Anggota Kaukus parpol Demokrat Progresif Chuang Jiu-hsiung(莊瑞雄) dalam sidang interpelasi mempertanyakan, Taiwan telah mengusungkan permohonan partisipasi CPTPP secara resmi mengatasnamakan “Separate Customs Territorial of Taiwan, Penghu, Kinmen dan Mazu” (territorial terpisah untuk beacukai antara Taiwan, Penghu, Kinmen dan Mazu), hal ini dapat menunjukkan bahwa industri pertanian Taiwan mendapat pengaruh besar, masa lalu saat bergabung dalam WTO, pemerintah telah menganggarkan dana bantuan senilai NT$ 100 milyar, kali ini, partisipasi dalam organisasi lebih bebas, ada kemungkinan dana NT$ 100 milyar tidak mencukupi, semestinya perlu persiapan sedia paying sebelum hujan, lebih berhati-hati dalam melakukan peninjauan langkah kebijakan pendukung.
Li Meng-yen saat diinterpelasi mengutarakan, mulai dari alasan pihak RRT yang berulang kali menemukan ada serangga teritip, melarang impor nenas Taiwan, jambu air dan srikaya, hal ini juga menunjukkan fasilitas karantina untuk produk pertanian Taiwan yang masih belum memadai, oleh karena itu baik dana atau anggaran, pemerintah wajib membantu melengkapi fasilitas dan memberikan bimbingan untuk industri pemasaran pertanian keluar negeri. Li Meng-yen mengatakan, “Bagaimana caranya agar dapat memenuhi standar karantina yang diterapkan oleh negara maju, masih ada seperti rantai dingin, ini memerlukan anggaran yang terkait, mungkin berupa dana atau anggaran dana publik yang dialokasikan untuk industri pertanian mencakup karantina, pelaksanaan pemasaran keluar negeri, masih ada rantai dingin, pemasaran ke luar negeri dan lain-lain, setelah bergabung dengan organisasi internasional petani petani tetap terlindungi.”
Chuang Jui-hsiung lebih lanjut mempertanyakan, berkaitan dengan besaran anggaran, apakah akan lebih tinggi dibandingkan dengan anggaran partisipasi WTO tahun 2000 senilai NT$ 100 milyar? Li Meng-yen merespons, anggaran dana NT$ 16 milyar, untuk menjamin agar petani tidak mendapat pengaruh setelah bergabung dengan CPTPP, hal pertama yang patut dipertimbangkan oleh pemerintah.