(Taiwan, ROC) – Walikota Taipei Ko Wen-je pada hari Jumat tanggal 24 September menyampaikan bahwa dalam kurun waktu 2 pekan terakhir ini, di Kota Taipei tidak ada sumber kasus COVID-19 yang ditemukan, dengan merujuk kepada standar level kewaspadaan yang ditetapkan oleh Pusat Komando Epidemi Sentral, maka telah hampir mencapai batasan hingga ke level pertama. Namun Walikota Ko Wen-je mengingatkan warga, sekalipun kondisi telah mulai menurun menuju level pertama, namun pandemi masih berkemungkinan akan kembali menyerbu, dan satu-satunya cara yang efektif dan cepat dalam mengantisipasi pandemi adalah mempercepat cakupan pemberian vaksin.
Walikota Taipei Ko Wen-je dalam jumpa persnya menyebutkan jika pekan ini Kota Taipei tidak tercatat ada penambahan kasus, dan selama 5 pekan berturut, jumlah kasus positif kurang dari lima, dan semuanya dapat ditemukan sumber penularannya, sehingga boleh dikatakan dalam kurun waktu 2 pekan terakhir tidak ditemukan kasus yang tidak diketahui sumber penularannya.
Ko Wen-je menjelaskan jika standar penilaian level kewaspadaan pandemi dengan merujuk kepada peraturan yang ditetapkan oleh pihak CECC, jika ditemukan kasus yang tidak diketahui sumber penularannya, maka level waspada kondisi setempat berada pada level dua. Dan jika melihat keadaan Kota Taipei saat ini, maka sudah hampir mendekati level satu. Namun ia juga tetap mengingatkan warga untuk dapat selalu waspada dan terus tetap menjalankan protokol kesehatan.
Walikota Taipei Ko Wen-je mengatakan, “Jika memang nantinya akan turun hingga ke level satu, apakah pandemi masih akan berkemungkinan menyerang? Jawabannya adalah masih ada. Satu-satunya jalan adalah mempercepat cakupan pemberian vaksin. Maka pada intinya adalah kita boleh dikatakan telah mampu berhasil menjalankan tugas pencegahan, terhitung sejak bulan Mei, khususnya yang dapat dilakukan oleh sebuah pemerintah daerah, dan telah kami tekan serendah mungkin, dimana hampir telah mencapai batasan memasuki level satu. Kini yang tersisa adalah bagaimana caranya untuk dapat mempercepat cakupan persentase pemberian vaksin kepada seluruh masyarakat.”
Wakil Walikota Tsai Ping-khun menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Taipei telah menganggarkan dana sebesar NT$ 2,8 milyar, dan telah diajukan ke pihak DPRD Taipei, dan berharap masyarakat dapat segera mendapatkan suntikan vaksin dosis ke tiga pada tahun depan. Pemerintah Kota Taipei juga telah membentuk tim khusus pembelian vaksin, guna dapat terus memantau perkembangan persediaan vaksin di pasar dunia dan kondisi vaksinasi yang tengah berlangsung. Selain itu, tim tersebut juga bertugas untuk mengumpulkan semua data terkait virus, yang mana nantinya dapat dijadikan sebagai salah satu bagian rujukan saat pembelian vaksin. Selain itu, tim yang dibentuk khusus tersebut juga akan terus melanjutkan komunikasi dengan pihak farmasi, distributor vaksin dan menyelesaikan berbagai tugas persiapan di awal, menjajaki dan mengusung program pembelian vaksin kepada pemerintah pusat.
Sementara berkenaan dengan Kota New Taipei, apakah juga akan mempertimbangkan level kewaspadaan menjadi level satu, Walikota Hou You-yi menyampaikan jika hal tersebut adalah hak kuasa yang dimiliki oleh pemerintah pusat, dan pihak Kota New Taipei akan menghormati keputusan yang diambil oleh pemerintah pusat, sekaligus menjalankan hasil keputusan yang ada.
Selain itu, berkenaan dengan pelaksaan pekan olahraga nasional yang akan digelar tanggal 16 Oktober selama 5 hari berturut di Kota New Taipei, Walikota Hou You-yi menyampaikan jika pihak Pemerintah Kota New Taipei telah melakukan berbagai persiapan yang dibutuhkan, khususnya dalam hal tugas pencegahan penularan pandemi, mendahulukan kesehatan para atlet yang berlaga. Semua peserta diwajibkan harus dapat menyertakan surat uji tes PCR negatif dengan masa berlaku 3 hari atau memberikan surat bukti penerimaan vaksin 14 hari sebelum mengikuti pertandingan. Karena kondisi saat ini masih berada pada level dua, maka pihak panitia penyelenggara untuk sementara waktu juga tidak akan membuka pintu bagi penonton yang hendak menyaksikan jalannya pertandingan, akan tetapi eksekusi terakhir masih harus menantikan perkembangan kondisi pandemi yang ada.