(Taiwan, ROC)Program vaksinasi BNT yang dilakukan di sekolah-sekolah Kota Taipei mulai berjalan kemarin (22/9), Direktorat Jenderal Pendidikan mengatakan, ada 6 sekolah semula mengatur 4.623 siswa mendapat suntikan vaksin, praktek di lapangan ada 4.461 siswa yang divaksin, persentase vaksinasi mencapai 96,5%, ada 48 orang setelah mendapat vaksin mengalami efek samping, setelah diamati dalam beberapa waktu kondisi tersebut kembali pulih normal.
Kota Taipei mulai menerapkan program pemberian vaksin BNT kepada siswa di sekolah, Direktorat Jenderal Pendidikan mengatakan, pada tanggal 22 September Taipei City tim tenaga medis dari Hospital cabang Chungxiao, cabang Renai dan Country Hospital mendatangi 6 sekolah untuk memberikan vaksin kepada siswa diantaranya Taipei City Fanghe Experimental High School, Taipei Municipal Heping High School, Taipei Municipal Yu Cheng Senior High School, Taipei Municipal Fu Xing High School, Dongfang High School of Industry and Commerce, dan Taipei Tech bagian diploma.
Direktorat Jenderal Pendidikan mengatakan, semula dari 6 sekolah tersebut terdaftar 4.623 siswa, tetapi pada prakteknya jumlah siswa yang divaksin sejumlah 4.461 orang, persentase vaksinasi 96,5%, ada 48 siswa mengalami reaksi efek samping, sejumlah kecil ada siswa yang needle phobia (takut jarum suntik), akan tetapi setelah istirahat beberapa saat pulih kembali dan diminta pulang rumah istirahat, ada 648 siswa yang mengajukan izin cuti setelah menerima vaksin.
Direktorat Jenderal Pendidikan, setelah itu masih ada vaksin ke-2, vaksin pertama dilakukan di sekolah, vaksin lainnya akan dilakukan di rumah sakit atau klinik, Kepala Sekolah SMA Heping Wen Yu-chi(溫宥基) mengemukakan, kemarin saat menerima vaksin ada seorang siswa yang mengalami ruam merah pada kulit, akan tetapi siswa ini mengakui masa lalu saat menerima vaksin flu musiman juga mengalami reaksi yang sama, setelah diperiksa oleh dokter, mengukur tekanan darah dan memastikan kondisi siswa ini tidak bermasalah.
Wakil Kepala Sekolah SMA Dongfang Su Liu-tsun (蘇柳村) mengatakan, semua siswa sekolah sudah divaksin, hanya ada satu siswa mengalami sakit pada bagian yang disuntik, tetapi tidak ada efek samping; hanya mempertimbangkan ada efek samping setelah menerima vaksin maka sekolah memberlakukan kelas online hari ini(23/9).