(Taiwan, ROC) Pemerintah RRT saat ini menyampaikan srikaya Taiwan dan jambu air didapati ada serangga teritip, maka menghentikan sementara impor produk buah tersebut. Sehubungan dengan hal ini, Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Rabu ini (22/9) memberikan laporan khusus dalam sidang Yuan Legislatif mengenai “persiapan dan bantuan untuk korban terkait dengan penerapan vaksinasi COVID-19”, PM Su menyampaikan, pihak RRT terbiasa menggunakan cara yang tidak memenuhi cakupan standar ekonomi perdagangan internasional, tindakan dadakan dengan menghentikan impor produk pertanian dari Taiwan, sebelumnya buah nenas, sekarang kembali dengan tindakan serupa menghentikan impor buah srikaya dan jambu air, tindakan ini sangat tidak benar.
PM Su Tseng-chang mengatakan, Taiwan telah mengikuti prosedur yang relevan, jika hasilnya tidak efektif, maka akan disesuaikan dengan standar prosedur internasional terkait, akan tetapi juga aktif melakukan ekspansi pemasaran ke luar negeri, berharap seperti buah nenas, memberikan hasil yang baik.
PM Su Tseng-changa mengatakan masa lalu pihak kami terus mengatakan “telur ayam tidak ditaruh dalam satu keranjang yang sama”. Pihak kami melalui beragam sisi untuk mencari solusi terbaik bagi produk pertanian Taiwan, agar petani Taiwan tidak terkena imbasnya, juga mengimbau agar warga Taiwan semakin memanfaatkan produk lokal.”
Selain itu, isu yang tersebar ada kondisi “hambatan” yang ingin menyumbat perkembangan industri energy hijau di kawasan Sentral dan Selatan. PM Su Tseng-chang mengatakan, pemerintah bertekad dalam pengembangan industri hijau, lagipula sangat efektif dan bermanfaat, setiap perkembangan industri yang baik tidak bisa menghindari adanya kalangan tak bermoral, maka akan disebut sebagai “penghambat”. Oknum-oknum tak bermoral yang berniat menghambat kebijakan perkembangan industri penting negara, untuk mendapat manfaat secara ilegal seperti perkembangan industri energi hijau, maka pemerintah akan mengambil tindakan tegas.