History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

223,06 Juta Manusia di Dunia Terpapar COVID-19 dan Lebih dari 4,6 Juta Kasus Meninggal

  • 11 September, 2021
  • 曾秀情
223,06 Juta Manusia di Dunia Terpapar COVID-19 dan Lebih dari 4,6 Juta Kasus Meninggal
223,06 Juta Manusia di Dunia Terpapar COVID-19 dan Lebih dari 4,6 Juta Kasus Meninggal

(Taiwan, ROC) – Merujuk kepada data yang dihimpun oleh media AFP, hingga tanggal 10 September 2021, pukul 18:00, telah tercatat sebanyak 4.602.565 kasus meninggal dunia akibat COVID-19, sementara itu masih ada sebanyak 223.039.340 manusia yang dilaporkan positif tertular virus COVID-19.

Media AFP memberitakan bahwa virus yang pada awal mulanya meledak dari Daratan Tiongkok pada bulan Desember 2019, mayoritas memang telah sehat kembali. Akan tetapi tidak sedikit juga kasus yang menujukkan bahwa usai pengobatan, masih terdapat gejala selama beberapa pekan bahkan hingga beberapa bulan ke depan, yang harus dihadapi oleh pasien.

Adapun angka yang dihimpun tersebut adalah hasil laporan yang diberikan oleh instansi kesehatan masing-masing negara dan wilayah di dunia setiap harinya, dan angka tersebut masih belum termasuk kasus koreksi, sehingga angka yang berhasil dihimpun hanya berupa salah satu bagian laporan kasus yang riil, selain itu banyak yang berada dalam kondisi asimtomatik atau tanpa gejala meskipun telah tertular.

Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO menyampaikan jika ada unsur “Merendahkan penilaian yang amat sangat parah” terhadap kasus kematian, baik yang terjadi karena adanya kontak langsung maupun tak langsung dengan pasien lainnya. Sehingga dikhawatirkan angka yang sebenarnya di lapangan adalah 2 hingga 3 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan data yang dilaporkan oleh instansi terkait.

Untuk tanggal 9 September saja, tercatat sebanyak 9.528 kasus meninggal di seluruh dunia, dan ada sebanyak 614.394 kasus positif baru, dengan angka kasus meninggal terbanyak dicatat di Amerika, yakni sebanyak 1.901 kasus, Rusia sebanyak 789 kasus dan Brasil sebanyak 753 kasus meninggal.

Hingga saat ini, kawasan Amerika masih merupakan negara kawasan dengan kondisi pandemic terparah di dunia, dengan mencatat angka sebanyak 654.598 kasus meninggal dunia dan 40.602.891 kasus positif.

Selain itu, negara ke dua terparah yakni Brasil, dengan mencatat angka sebanyak 585.174 kasus meninggal dan 20.958.899 kasus positif, kemudian disusul dengan India yang mencatat angka sebanyak 442.009 kasus meninggal dan 33.174.954 kasus positif. Untuk posisi kondisi pandemic terparah nomor tiga dunia adalah Meksiko, dengan mencatat angka sebanyak 266.150 kasus meninggak dunia, dan ada sebanyak 3.479.999 kasus positif, kemudian Peru dengan kasus meninggal mencatat angka sebanyak 198.621 kasus dan ada 2.158.493 kasus positif.

Jika melihat indeks perbandingan kasus meninggal, maka Peru adalah negara dengan persentase meninggal tertinggi dunia, dimana tercatat ada 602 kasus meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 di dalam setiap 100 ribu orang. Posisi ke dua tertinggi adalah Hungaria, yakni 311 kasus meninggal di dalam setiap 100 ribu orang, Bosnia dan Herzegovina ada sebanyak 304 kasus meninggal, Makedonia Utara ada sebanyak 297 kasus meninggal, Montenegro ada sebanyak 284 kasus meninggal dan Republik Ceko ada sebanyak 284 kasus meninggal di dalam setiap 100 ribu orang.

Jika melihat dari kawasan, untuk kawasan Amerika Latin dan Perairan Laut Karibia tercatat sebanyak 1.456.868 kasus meninggal dan 43.817.345 kasus positif. Kawasan Eropa tercatat ada sebanyak 1.268.900 kasus meninggal dan 64.636.005 kasus positif, kemudian untuk kawasan Amerika dan Kanada terhimpun sebanyak 681.717 kasus meninggal dan 42.133.792 kasus positif.

Untuk kawasan Asia sendiri tercatat ada sebanyak 803.317 kasus meninggal dan 51.641.640 kasus positif, kawasan Asia Timur tercatat ada sebanyak 188.384 kasus meninggal dan 12.700.876 kasus positif. Kawasan Afrika tercatat ada sebanyak 201.559 kasus meninggal dan 8.001.207 kasus positif, sementara kawasan Oceania tercatat ada sebanyak 1.820 kasus meninggal dan 138.482 kasus positif.

Komentar

Terbarumore