History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kabar Penyebaran COVID-19 di Salah Satu SMP Kota Taipei, PM Su: Saat Ini Tidak Memenuhi Kriteria Untuk Naik ke Level 3

  • 10 September, 2021
  • 陳柏萇
Kabar Penyebaran COVID-19 di Salah Satu SMP Kota Taipei, PM Su: Saat Ini Tidak Memenuhi Kriteria Untuk Naik ke Level 3
Kabar Penyebaran COVID-19 di Salah Satu SMP Kota Taipei, PM Su: Situasi Epidemi Melambat, Saat Ini Tidak Memenuhi Kriteria Untuk Naik ke Level 3

(Taiwan, ROC) -- Salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di distrik Songshan, Kota Taipei melaporkan jika ada seorang siswa yang didiagnosa positif COVID-19, dan pada hari ini (10/9) pihaknya telah menangguhkan kegiatan belajar mengajar. Satu demi satu sekolah yang ada di kota Taipei, New Taipei, dan Taoyuan telah menangguhkan kegiatan pembelajaran tatap muka karena epidemi. Ditambah dengan munculnya kasus varian Delta, perhatian dunia luar pun tertuju pada apakah Tingkat Kewaspadaan Epidemi akan kembali ditingkatkan menjadi level 3.

Perdana Menteri, Su Tseng-chang (蘇貞昌) dalam sebuah wawancara saat tengah meninjau operasi panen, serta pengemasan buah dan sayuran dari Koperasi Han Kuan, Yunlin pada pagi hari ini (10/9) mengemukakan, situasi pandemi global masih jauh dari berakhir. Namun, situasi di Taiwan relatif stabil karena setiap lapisan masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam melakukan pencegahan epidemi. Beliau menyampaikan, infeksi penularan dari pilot EVA Air telah stabil, serta penularan kluster Taman kanak-kanak (TK) di New Taipei juga tidak merebak luas, dan dalam beberapa hari ini tidak ada penambahan kasus, saat ini tidak memenuhi kriteria untuk menaikkan Tingkat Kewaspadaan Epidemi ke level 3. PM Su mengatakan, ” Selain itu, dalam beberapa hari terakhir hanya ada kasus positif yang sebelumnya telah ditetapkan saja. Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dari seluruh rekan dan saudara sebangsa, serta semuanya tidak boleh menganggap enteng. Namun, sehubungan dengan epidemi, kami juga dapat melihat situasi epidemi secara keseluruhan telah melambat, dan ini semua tak luput berkat usaha dan upaya dari semua orang. Kami berharap agar semuanya dapat terus bekerja keras, sehingga Taiwan pun dapat menjadi tempat yang bahagia di dunia. Secara bersamaan, kami juga mengimbau agar saudara sebangsa tidak menganggap enteng, dan kami pun akan senantiasa memperhatikan dari segala sisi, saat ini tidak memenuhi kriteria untuk menaikkan tingkat kewaspadaan epidemi ke level 3.”

Penularan klaster TK di kota New Taipei saat ini masih di bawah ambang kendali, Walikota New Taipei, Hou You-yi (侯友宜) pada hari ini (10/9) mengemukakan, hasil pemeriksaan PCR terhadap sebanyak 1.454 orang yang berhubungan dengan taman kanak-kanak, komunitas terkait, dan tempat kerja menunjukkan hasil negatif, dan sampai saat ini belum ada penambahan kasus positif baru. Kemarin malam (9/9), Walikota Hou You-yi kembali menginstruksikan untuk melakukan pemeriksaan di seluruh rumah yang ada di dalam gedung. Baik pengunjung maupun orang-orang yang berhubungan dengan bangunan tersebut, pihaknya akan mencari cara untuk menemukan mereka guna dapat turut melakukan pemeriksaan, dan mereka pun tidak diperbolehkan untuk masuk dan keluar dari gedung tersebut, apabila tidak memiliki bukti pemeriksaan dengan hasil negatif.

Untuk insiden yang terjadi di lingkungan sekolah, dikarenakan kegiatan belajar mengajar pada sekolah, bimbingan belajar, serta pusat penitipan anak yang berkaitan semuanya ditangguhkan secara preventif, sebelum hasil pemeriksaan PCR pada orang-orang yang bersangkutan keluar. Pada tanggal 9 September, ada 16 sekolah dengan total 7.369 pelajar, 21 tempat bimbingan belajar serta pusat penitipan anak telah menangguhkan kegiatan belajar mengajar mereka. Setelah hasil pemeriksaan PCR keluar, hari ini total ada 13 sekolah, 10 tempat bimbingan belajar, dan pusat penitipan anak telah kembali melanjutkan kegiatan pembelajaran mereka. Namun, ada 3 sekolah dengan total 2.149 siswa, serta 11 tempat bimbingan belajar serta pusat penitipan anak terus menangguhkan kegiatan belajar mengajarnya.

Komentar

Terbarumore