(Taiwan, ROC) -- Menteri tanpa portofolio John Deng pada hari Rabu ini (8/9) menghadiri forum laporan tentang Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan yang diselenggarakan oleh media cetak, di masa mendatang Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan akan diperluas, dengan cakupan tidak hanya ekonomi, tetapi juga SDM dan medis kedokteran, meminta agar semua dapat menunggu setelah kondisi epidemi mereda akan meraih kesempatan. Menko Wang Mei-hua(王美花) membeberkan, Dewan Pengembagan Nasional (NDC) sedang melakukan pembahasan lintas kementerian mengenai kerjasama SDM internasional, terutama menarik SDM dari negara sasaran Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan.
Menko Wang mengatakan, tahun lalu volum perdagangan untuk kebijakan baru menuju arah selatan melemah, juga mendapat kritikan keras dari anggota kaukus, akan tetapi berdasarkan laporan yang disampaikan Kemenkeu terkait data ekspor terbaru, pertumbuhan ekspor ke pasar ASEAN hingga tahun ini sangat gemilang, karena dari dasar yang dibangun bertahun-tahun, maka akan memperdalam kerjasama. Melalui investasi yang menggerakkan perdagangan, ditambah lagi dengan pembinaan dan pertukaran SDM yang penting, maka sangat bermanfaat mempererat kerjasama antar negara untuk masa jangka panjang. Ia juga menambahkan, NDC telah menggelar pertemuan lintas kementerian, akan memperluas kerjasama sektor SDM, terutama negara sasaran Kebijakan Baru Menuju Arah Selatan. Wang Mei-hua mengatakan, “Baru-baru ini Menteri NDC Kung Ming-hsin (龔明鑫) membuka rapat pertemuan membahas bagaimana cara untuk menarik SDM, harus lebih banyak melakukan pembahasan, peninjauan, Menteri Kung juga lebih dahulu memberitahu bahwa ada kemungkinan akan melakukan kebijakan yang berbeda dari sebelumnya, kami merasa ini menjadi bagian yang harus dipertimbangkan oleh Taiwan.”
Dikarenakan epidemi COVID-19 di Vietnam dan Malaysia semakin memburuk, Wang Mei-hua menyebutkan, perusahaan Taiwan sedang berkembang di Vietnam Selatan akibat kondisi epidemi ini akan memengaruhi produksinya, bahkan juga akan berimbas pada pemutusan rantai pasokan, maka diharapkan adanya kerjasama AS-Vietnam dalam pemberian vaksin sehingga dapat mengatasi kondisi epidemi di sana. Satu sisi di Vietnam Utara, industri elektronik Taiwan tidak mendapat pengaruh besar, Wang Mei-hua mengatakan pengusaha juga mendapat keuntungan di masa-masa epidemi, namun di masa-masa sulit pihak pengusaha tetap menjaga karyawan dengan baik, hal ini sangat membuatnya terharu. Ini juga merupakan semangat kerjasama pengusaha Taiwan-mitranya dalam jangka panjang.
Mengenai epidemi Malaysia yang memengaruhi pabrik semi konduktor setempat sehingga berdampak pada pasokan chip untuk internasional. Wang Mei-hua mengatakan, sebelumnya pernah meminta bantuan Taiwan untuk pengujian chip akan tetapi untuk sertifikasi memerlukan waktu sekurang-kurangnya 8 bulan hingga 1 tahun, karena di masa lalu Taiwan belum pernah melakukan hal ini, maka bantuan dalam waktu singkat ini bukan permasalahan yang gampang.