(Taiwan, ROC) --- Beberapa hari lalu, Polandia menyumbangkan vaksin mereka ke Taiwan. Namun demikian, media melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Polandia - Zbigniew Rau mengatakan dalam sebuah wawancara jika Taiwan adalah bagian dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok).
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara MOFA – Joanne Ou pada Selasa hari ini (7/9) menyampaikan, setelah MOFA mengkonfirmasi pernyataan tersebut, pidato dari Menlu Polandia itu ditujukan kepada negara anggota Uni Eropa yang tengah mengkaji kembali hubungan persahabatan mereka dengan RRT.
Menlu Polandia juga menekankan bahwa otoritas Polandia tidak akan mengubah gagasan mereka terhadap situasi lintas selat. Dalam sebuah konferensi pers, Menteri Zbigniew Rau juga sempat mengutuk tekanan yang dilancarkan RRT terhadap Lituania. Ia menganggap tindakan Negeri Tirai Bambu sangat-lah tidak pantas.
Joanne Ou mengatakan, “Taiwan dan Polandia adalah mitra solid yang memiliki prinsip serupa, yakni mengedepankan nilai demokrasi dan kebebasan. Kedua belah pihak telah menandatangani 22 perjanjian sejauh ini. Selain itu, Taiwan dengan Polandia telah menetapkan perjanjian konsultasi bilateral tingkat pemerintahan di berbagai bidang. Hubungan persahabatan yang terjalin antar Taiwan dengan Polandia, dapat terbilang erat dan kukuh. Jalinan keduanya masih akan terus mencetak prestasi terbaru, mengingat Polandia adalah mitra terpenting Taiwan untuk kawasan Eropa Tengah dan Timur. Sumbangan vaksin yang diberikan Polandia untuk Taiwan, Vietnam dan Australia adalah bagian dari gerakan kemanusiaan. Sebagai bagian dari komunitas internasional, Taiwan secara khusus ingin menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya.”
Joanne Ou menekankan, Taiwan akan terus menggalang kerja sama berikutnya dengan Polandia, sebagai upaya untuk membuat masyarakat dunia melihat dan menghargai nilai keberadaan Taiwan. Di samping itu, Taiwan melalui ragam inovasi akan terus memperluas partisipasinya di dunia internasional, serta memperlebar kerja sama dengan negara-negara pendukung demokrasi.
Taiwan akan memperkuat rantai pasokan global yang berkelanjutan, serta mempromosikan kemitraan bilateral yang substansial dengan mengedepankan prinsip saling menguntungkan.