(Taiwan, ROC) – Seiring dengan kondisi sosial masyarakat Taiwan yang masuk dalam kategori susunan populasi menua, maka penyakit yang muncul dikarenakan menurunnya sistem pertumbuhan saraf dan otak akibat mulai menuanya usia manusia terus meningkat, sehingga telah menjadi sebuah permasalahan bagi kehidupan masyarakat yang tidak dapat dielakkan. Di bawah pimpinan Dokter Chen Chien-jen, yang juga adalah mantan wakil presiden, serta dukungan dari pihak Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus Taiwan Brain Bank Association, TBBA atau Asosiasi Bank Otak Taiwan, secara resmi dibentuk. Chen Chien-jen juga mengharapkan dengan kehadiran TBBA, akan mampu memperlancar tugas riset penelitian dan pengembangan obat-obatan terkait, membantu para penyandang penyakit dan sekaligus menjaga kesehatan otak masyarakat Taiwan.
Mantan wakil presiden, sekaligus akademisi dari Academia Sinica, Chen Chien-jen juga turut menghadiri upacara peresmian Taiwan Brain Bank Association pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus. Di masa lalu, saat dirinya menerima wawancara dari media, menyampaikan bahwa dengan didirikannya TBBA dari kalangan swasta, dapat turut memberikan sumbangsih dalam hal riset penelitian penyakit, membantu pasien di masa depan, sehingga dirinya juga melakukan upaya besar untuk mendorong program pembentukkan TBBA. Dengan adanya TBBA yang didirikan dari kalangan swasta, maka dapat mendukung tugas pengoperasian bank otak yang ada. Chen Chien-jen mengatakan, “Dengan keberadaan bank otak dari kalangan non pemerintah, bahkan dengan adanya organisasi terkait, tentu saja penelitian yang dilakukan pasti akan sangat membantu para penderita penyakit terkait yang ada di Taiwan.”
Hsieh Sung-tsang, pengagas utama pembangunan bank otak, yang juga adalah Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Taiwan, sempat mengutarakan bahwa panggilan untuk pembangunan bank otak tersebut dimulai dari sikap cinta dan kasih yang hadir dari para pendonor otak, dimana para pendonor tersebut justru berasal dari para pasien yang menghadapi penyakit langka. Kelompok yang terdiri dari pasien dan sahabat, sangat mengharapkan susuanan saraf otak manusia dapat juga turut dijadikan sebagai titik awal dalam riset penelitian dan pengembangan obat-obatan, sehingga generasi berikutnya tidak lagi menderita. Sejak September 2016, atas dukungan yang terus berkelanjutan dari berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah terkait, pihak Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan mulai mengusung “Program pembentukkan jaringan organisasi otak Taiwan” pada bulan Oktober tahun lalu, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Taiwan. Hsieh Sung-tsang mengatakan, “Kelompok pasien dan sahabat, memberikan dukungan yang besar kepada kami, yang mana ini menjadi sebuah kekuatan yang besar. Saya ingat sejak tahun 2016, dari sebuah pertemuan informal, semua dokter dan peneliti yang antusias terhadap hal ini berkumpul bersama.”
Taiwan Brain Bank Association menyampaikan jika bank otak dapat beroperasi secara bekesinambungan, selain bergantung kepada subsidi pendanaan jangka panjang dan stabil dari lembaga pemerintah, juga membutuhkan dukungan dari semua lapisan masyarakat. Dengan dukungan dari semua lapisan masyarakat, Taiwan Brain Bank Association berhasil didirikan di Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Taiwan, dengan tujuan utama "Terus mendukung pengoperasian yang berkesinambungan untuk Pusat Sumber Daya Organisasi Saraf Otak Taiwan". Kelak ke depannya, TBBA juga akan terus mempromosikan konsep program donor otak, guna terus melanjutkan riset penelitian otak, mendapatkan lebih banyak lagi sumber daya yang dikhususkan untuk pengoperasian bank otak, dan yang lebih penting adalah membangun sumber daya manusia yang profesional, mendidik para pakar ahli dalam bidang terkait, sekaligus secara aktif mempromosikan pertukaran dunia internasional.