History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

NSYSU: Penularan COVID-19 Melalui Aerosol Bukan Droplet Air Liur

  • 04 September, 2021
  • 曾秀情
NSYSU: Penularan COVID-19 Melalui Aerosol Bukan Droplet Air Liur
NSYSU - Penularan COVID-19 Melalui Aerosol Bukan Droplet Air Liur

(Taiwan, ROC) – Tim riset kolaborasi internasional yang dipimpin oleh Kepala Aerosol Science Research Center National Sun Yat-sen University Wang Chia-chen, pada hari Jumat tanggal 27 Agustus merilis sebuah laporan skripsi lintas negara, yang menyebutkan bahwa penularan COVID-19 yang paling utama adalah melalui penularan aerosol atau partikel halus zat padat atau cairan dalam udara, sehingga memutar subversi yang selama ini diketahui yakni penularan dikarenakan droplet atau percikan air liur, termasuk interaksi kontak langsung. Hal ini tentu telah memicu perhatian dunia internasional, bahkan menjadi bagian pemberitaan media internasional.

Tim kolaborasi internasional yang dipimpin oleh Wang Chia-chen, merilis laporan skripsi tersebut di media internasional Science pada hari Jumat tanggal 27 Agustus, memaparkan secara lengkap jalan penularan COVID-19 melalui aerosol, secara ilmiah dan sistematik.

Laporan skripsi lintas negara tersebut terdiri dari penelitian yang dilakukan oleh pakar ahli aerosol Taiwan, Amerika dan Israel, dimana ditemukan jika penularan COVID-19 terus terjadi dan diketahui melalui jalur aerosol, dan bukan melalui droplet air liur atau interaksi langsung seperti yang diketahui selama ini.

Wang Chia-chen menjelaskan, dibandingkan dengan droplet air liur, maka daya penyebaran melalui aerosol di udara, tidak saja akan terus mengambang lebih lama di udara, yang mana bisa mencapai beberapa jam, dan daya penyebaran juga akan lebih luas dari yang selama ini diketahui hanya 1 hingga 2 meter saja. Jika terhirup oleh manusia dan partikel halus tersebut masuk ke dalam tubuh, khususnya yang berukuran di bawah 5 mikron, maka akan mampu langsung masuk melalui hidung dan saluran pernafasan, paru-paru bahkan hingga ke saluran yang lebih kecil lagi, dimana dalam kondisi demikian, tes uji swab melalui hidung telah tidak mampu menemukannya.

Wang Chia-chen menyebutkan jika penularan melalui aerosol sangat sulit untuk menentukan  garis batasan pertahanan, namun yang patut diperhatikan adalah desinfeksi total dan menjaga kebersihan udara, serta tidak lupa memperhatikan arus perputaran udara dan daya pengaruh yang ada.

Pihak National Sun Yat-sen University menjelaskan biasanya penularan aerosol hanya baru akan terjadi untuk kontaminasi jarak jauh, sehingga kerap melupakan jika penularan secara aerosol juga dapat terjadi dalam jarak dekat, bahkan memiliki daya kekuatan yang lebih tinggi. Hingga saat ini , langkah pencegahan yang diterapkan oleh banyak negara di dunia adalah merujuk kepada jarak sosial dan droplet air liur, tidak memiliki daya antisipasi untuk menghadapi penularan secara aerosol, sehingga tanpa sengaja malah menjadi sebuah kebocoran dalam tugas pencegahan penularan, dimana hal ini juga menjadi alasan mengapa kondisi pandemi tidak mereda dan terus meningkat.

Pihak National Sun Yat-sen University menjelaskan untuk virus mutasi varian jenis Delta yang awalnya berasal dari India, dengan cepat merebak di seluruh duni, memiliki daya penularan yang lebih tingg, ada beberapa kasus penularan terjadi hanya dalam kurun waktu 15 detik saja, semua data ini menunjukkan jika lagkah pencegahan penularan dengan merujuk kepada jalur penukaran aerosol hendaknya dapat segera mendapatkan perhatian dan menjadi sebuah keharusan.

Dalam laporan tersebut juga menyebutkan jika banyak hasil penelitian luar negeri yang menjelaskan dengan pemberian partisi untuk membatasi garis pandang antar manusia, adalah untuk menghindari jika salah seorang mengalami batuk bersin, dimana droplet air liur juga akan turut dikeluarkan. Tetapi langkah pemberian partisi, malah justru akan menghindari jalannya sirkulasi udara yang ada dan menambah kesempatan penularan aerosol.

Dalam laporan tersebut menjelaskan beberapa langkah pencegahan terjadinya penularan aerosol, antara lain menghindari pertemuan atau perkumpulan, mengenakan masker dan tetap menjaga jarak, selain itu harus memperhatikan secara betul kerapatan masker mulut sehingga baru benar-benar dapat mencegah terjadinya penularan secara aerosol. Di sisi lain, tidak lupa juga untuk memperhatkan sirkulasi udara dalam ruangan, menghindari kondisi udara buruk terjadi di dalam ruangan, guna dapat menurunkan kemungkinan penularan secara aerosol dengan efektif.

Laporan skripsi tersebut juga diberitakan di media Amerika The New York Times pada waktu yang bersamaan.

Komentar

Terbarumore