(Taiwan, ROC) – Dalam hasil sensus penduduk dan perumahan 2020 Direktorat Jenderal Budjet, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) muncul tanda-tanda peringatan, dipengaruhi dengan penuaan penduduk, kekurangan anak dan lainnya sehingga pertumbuhan populasi penduduk untuk jenjang usia produktif 15 – 64 tahun berjumlah 16,547 juta jiwa atau cakupannya sebesar 71,5% angka ini menunjukkan pengurangan sebesar 169 ribu jiwa, merupakan yang perdana pengurangan dalam sensus.
Sensus penduduk dan perumahan yang dilakukan setiap 1 dekade, sensus sebelumnya dilakukan pada tahun 2010, dan tahun ini merupakan untuk ketujuh kalinya yang diselesaikan pada akhir November 2020, setelah mengekstraksi populasi permanen dan proyek perumahan penting, barulah tersusun hasil statistik awal.
Dalam laporan memperlihatkan, jumlah populasi permanen (tidak termasuk pekerja migran) untuk tahun 2020 selain jenjang usia produktif usia 15 – 64 tahun, untuk penduduk yang berusia di bawah 15 tahun berjumlah 2,914 juta jiwa, cakupannya 12,6% mengalami pengurangan sebesar 668 ribu jiwa. Sedangkan penduduk lansia di atas 65 tahun sebanyak 3,671 juta jiwa, menempati 15,9% mengalami peningkatan 1,226 juta jiwa, besar cakupannya adalah 50,1%. DGBAS yang mengumumkan hasil sensus pada hari ini (1/9) mengemukakan, dari hasil data yang diperoleh memperlihatkan, Taiwan tidak saja cepat memasuki penduduk tua, bahkan untuk struktur populasi terus menunjukkan tren ke arah lebih sedikit anak dan usia penduduk yang lebih tua.
Untuk bagian distribusi penduduk permanen, dalam laporan memperlihatkan tetap paling dominan berada di kawasan utara Taiwan sebesar 11,34 juta jiwa atau cakupannya 47,6% sedangkan untuk kawasan selatan menduduki 25,8%, bagian tengah 24,2%, timur 2,1% dan di luar pulau yaitu Kinmen dan Matzu besar cakupannya hanya 0,3%
Menilik dari situasi pertumbuhan populasi penduduk, selama 10 tahun belakangan ini penduduk yang menetap di kawasan utara meningkat 633 ribu jiwa, penambahan ini lebih rendah dibandingkan dengan penambahan untuk 10 tahun sebelumnya yaitu tahun 2000 hingga 2010 sebesar 873 ribu jiwa, sementara untuk bagian tengah bertambah 196 ribu jiwa, angka ini meningkat dibandingkan 1 dekade sebelumnya yang sebesar 85 ribu jiwa, sedangkan untuk kawasan selatan berkurang 1,7% dan timur berkurang 4,1%.