(Taiwan, ROC) – Seiring dengan semakin dekatnya hari libur dalam rangka perayaan Mid-Autumn Festival, Perdana Menteri Su Tseng-chang pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus menggelar rapat diskusi pencegahan dan pengendalian virus flu babi afrika atau asfivirus, meminta pengontrolan ketat pada tempat peternakan babi yang berisiko tinggi, menganjurkan langkah-langkah penanganan, melarang peternakan babi dengan pakan dari limbah makanan, dan memperhatikan aliran limbah makanan. Selain itu, dalam menyambut Mid-Autumn Festival yang segera tiba, instansi yang terkait diminta dapat meningkatkan upaya penyelidikan terhadap masuknya produk daging selundupan dari luar negeri.
Juru bicara Yuan Eksekutif Luo Ping-cheng pada malam hari menyampaikan jika Perdana Menteri Su Tseng-chang mengundang Kantor Personalia Umum Yuan Eksekutif, Dewan Pertanian, Badan Pelestarian Lingkungan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Keuangan dan lainnya untuk menghadiri rapat diskusi pencegahan dan pengendalian virus flu babi Afrika, sekaligus mendengarkan berbagai laporan terkait.
Dewan Pertanian menjelaskan bahwa para peternak babi dalam negeri akan sepenuhnya memulai dan meningkatkan tugas pencegahan epidemi, menghentikan limbah makanan masuk ke dalam peternakan babi mulai dari tanggal 30 Agustus, dan akan sepenuhnya menangguhkan penggunaan limbah makanan untuk memelihara babi sejak bulan September, bagi yang melanggar maka akan dikenakan denda hukuman yang berlaku, serta pemberian sarana pelayanan konsultasi terkait. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan dana subsidi terkait selisih harga untuk penggunaan pakan yang dianjurkan. Warga juga didorong agar dapat memberikan laporan jika menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku usaha, dengan bonus laporan maksimal sebesar NT$ 1,2 juta.
Badan Pelestarian Lingkungan menyatakan bahwa mereka telah sepenuhnya memeriksa peternakan babi limbah makanan yang terdaftar dan mengkonfirmasi pengiriman petugas guna memastikan pengiriman dan pengolahan limbah makanan secara legal.
Menanggapi larangan jangka pendek pada tindakan pemeliharaan babi dengan limbah makanan di masa depan, Badan Pelestarian Lingkungan menyatakan bahwa metode pengumpulan dan pembuangan limbah makanan yang semula tidak akan berubah, dan masih tetap dapat dikirimkan ke lokasi yang ditunjuk oleh pemerintah dan akan diproses secara gratis.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, setelah melakukan investigasi terhadap para pedagang di hilir, bersama dengan inspeksi bersama yang dilakukan oleh instansi kepolisian kabupaten dan kota serta badan imigrasi setempat, diketahui total ada 51 produk daging yang telah disita. Kini tengah dilakukan pemeriksaan dan akan diusungkan ke pengadilan.