(Taiwan, ROC) -- Serangan bom bunuh diri yang terjadi di bandara Kabul, Afganistan, mengakibatkan warga sipil dan tentara Amerika Serikat (AS) terluka berat, bahkan meninggal dunia. Kementerian Luar Negeri (MOFA) pada hari ini (27/8) mengemukakan, pihaknya mengutuk keras tindakan terorisme ini, dan akan terus bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki ide serupa untuk bersama-sama melawan segala bentuk serangan terorisme, serta memenuhi tanggung jawab internasional.
MOFA merasa sangat sedih dan tidak rela atas jatuhnya korban warga sipil Afganistan yang tidak bersalah, serta mengimbau semua pihak di Afganistan untuk dapat menjaga perdamaian dan rasionalitas, menghormati keselamatan terhadap jiwa dan harta benda, serta menghindari konflik meluas. MOFA menyampaikan, dengan instruksi dari Presiden Tsai Ing-Wen (蔡英文) pada pagi hari tadi, Menteri Luar Negeri, Joseph Wu (吳釗燮) menghubungi Sandra Oudkirk, selaku Direktur Kantor Perwakilan Institut Amerika di Taiwan (AIT), menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada tentara Amerika dan keluarga mereka yang telah meninggal, serta mendoakan agar korban yang terluka dapat sesegera mungkin pulih. Di masa sulit ini, Taiwan berdiri teguh bersama Amerika Serikat.