(Taiwan, ROC) -- Produk daging babi Asfivirus masuk ke Taiwan, PM Su Tseng-chang kemarin (24/8) menyampaikan, kasus ini berhasil digrebek oleh kepolisian Douliu, Kabupaten Yunlin, bukan dihadang oleh direktorat urusan bea cukai Kementerian Keuangan maka merasa agak kecewa terhadap celah pencegahan ini, serta meminta agar instansi terkait mengupayakan sekuat tenaga, mencari solusi dan menerapkan secara nyata dan memberikan penalti berat kepada pelanggarnya.
Kemarin (24/8) saat PM Su Tseng-chang menghadiri pertemuan “laporan pencegahan obat terlarang dari Yuan Eksekutif ke-29”, selain mendengarkan laporan berkaitan dengan analisa situasi perkembangan narkoba dan strategi anti-narkoba”, PM Su juga mengangkat isu kasus daging babi Asfivirus yang sangat perlu diperhatikan.
Kemarin malam Yuan Eksekutif mengemukakan, dalam pertemuan tersebut PM Su Tseng-chang menyampaikan, pada waktu itu ada oknum yang menyelundupkan anak babi dari Daratan Tiongkok masuk ke Taiwan, menyebabkan peternakan Taiwan terserang penyakit mulut dan kuku, seluruh ternak babi di Taiwan mengalami kehancuran, melakukan pembantaian massal terhadap ternak babi dan peternak merugi.
PM Su Tseng-chang mengatakan, guna mencegah penyakit flu Asfivirus, menjaga industri ternak babi di Taiwan, hari pertama saat ia menjabat sebagai perdana menteri mengangkat isu penyakit mulut dan kuku sebagai hal yang patut diperhatikan, memonitor tindakan pencegahan yang dilakukan di bandara internasional Taoyuan, bagi penumpang yang masuk termasuk barang bawaan juga wajib menjalani pemeriksaan ketat.
Sementara ini, Taiwan meringkus selundupan produk daging yang mengandung Asfivirus, total mencapai 71 kg, setelah diperiksa produk daging berasal dari Vietnam masuk via pengiriman udara. PM Su Tseng-chang mengatakan, kasus ini berhasil digrebek oleh kepolisian Douliu Kabupaten Yunlin, bukan dihadang oleh Direktorat urusan beacukai kementerian Keuangan, hal ini membuatnya kecewa karena ada celah pencegahan.
PM Su Tseng-chang mengatakan, jika ternak babi Taiwan terjangkit flu babi Afrika, saat ini ada lebih dari 6000 peternakan babi dan industri ternak yang akan mengalami kehancuran, meminta instansi terkait untuk bertekad dan mencari solusi, implementasi nyata serta oknum pelanggar akan dikenakan hukuman berat.
Selain itu, PM Su juga mendengarkan laporan “analisa situasi perkembangan narkoba dan strategi anti-narkoba” yang menunjukkan, pada Januari - Juni tahun ini, pengguna narkoba baru mengalami penurunan 5,6%, kematian akibat penggunaan narkoba MMA berkurang 80%, angka ini menunjukkan prestasi baik dan mengapresiasi pihak-pihak yang berkontribusi.
PM Su mengatakan, pemerintah terus memperhatikan peraturan terkait dengan penggunaan narkoba, tahun ini akan menyuntik dana sebesar NT$ 15 milyar untuk 4 tahun, meningkatkan pencegahan narkoba; sementara ganja juga semakin tersebar di Taiwan, bahkan ada fenomena dikembangkan melalui tanaman pot, meminta agar instansi berkaitan segera menindaklanjuti dan memerangi tindakan ini.
Berkaitan dengan pemeriksaan dari Kementerian Kehakiman mengenai kasus kejadian obat terlarang yang hilang dan ada oknum pejabat yang terlibat dalam kejadian untuk mendapat keuntungan, PM Su merespons, kejadian ini merusak citra pemerintah, juga menunjukkan sistem pengendalian dan pencegahan obat terlarang bermasalah, meminta agar Kementerian Kehakiman dan Direktorat Investigasi meninjau secara seksama, menetapkan prosedur operasi standar yang lengkap dan efektif.