(Taiwan, ROC) - Kontingen Taiwan, termasuk atlit, pelatih, staf pendukung dan ofisial, berangkat ke Jepang pada hari Minggu untuk mengikuti pesta olah raga Paralimpiade 2020 yang akan dibuka di Tokyo 24 Agustus.
Kontingen Taiwan terdiri dari 38 orang, termasuk 10 atlet yang akan bertanding dalam cabor tenis meja, powerlifting, bulu tangkis, judo, renang, dan trek dan lapangan, tapi hanya empat yang berangkat pada hari Minggu, enam lainnya termasuk tim bulu tangkis, akan berangkat ke Tokyo pada 27 Agustus.
Judoka Lee Kai-lin (李凱琳), yang memenangkan medali perak di Paralimpiade London 2012, mengatakan bahwa dia sangat menantikan Paralimpiade ketiganya, dan berharap bisa mengikuti jejak judoka Yang Yung-wei (楊勇緯), yang memenangkan medali perak di Olimpiade Tokyo bulan lalu.
Perenang Chen Liang-da (陳亮達) mengatakan dia tidak hanya ingin membuat terobosan tetapi juga akan menikmati Paralimpiade pertamanya, namun mengaku harus santai dan tidak memberi tekanan terlalu besar pada diri sendiri, karena dia sebelumnya sempat menghentikan pelatihan selama dua bulan akibat lonjakan kasus Covid-19 domestik di Taiwan.
Sementara itu, atlet powerlifting Lin Ya-hsuan (林亞璇), yang akan berkompetisi untuk keenam kalinya di Paralimpiade, mengatakan ketenangan adalah kunci untuk mencapai keberhasilan. "Dulu saya sangat gugup ketika mencoba memberikan penampilan terbaik, tetapi semakin tinggi harapan saya, semakin besarlah kemungkinan saya akan gagal," tutur Lin.
Wakil direktur jenderal Administrasi Olahraga Lin Che-hung (林哲宏) yang turut berangkat mengatakan, mereka yang berangkat pada hari Minggu semuanya sangat bersemangat. "Partisipasi dalam Paralimpiade itu sendiri adalah sebuah kemenangan," tegasnya.
Meski demikian, pihaknya berharap Taiwan bisa memenangkan lebih banyak medali dari prestasi terbaik di masa lalu, yakni satu perak dan satu perunggu yang diperoleh dalam Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil.
Setelah sempat tertunda sepanjang setahun akibat pandemi Covid-19, Paralimpiade Tokyo 2020 akan diadakan selama 13 hari, dari 24 Agustus hingga 5 September, dijadwalkan dipartisipasi oleh sekitar 160 negara.