(Taiwan, ROC) – Kebanyakan orang karena pandemi COVID-19 berdiam di rumah, sehingga “makan banyak, kurang bergerak” yang dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit kronis. Biro Kesehatan Nasional menyampaikan, terdapat 3,6 orang dari setiap 10 orang yang berusia 40 tahunan mengalami masalah metabolik, bahkan ukuran lingkar pinggang separuh diantaranya melebihi standar normal yaitu pria 90 cm dan perempuan 80 cm.
Dikarenakan pandemi COVID-19, banyak masyarakat yang menerapkan pencegahan epidemi dengan tetap berdiam di rumah, juga bekerja di rumah (WFH), sekolah di rumah, sehingga kegiatan di luar berkurang banyak, dalam situasi “banyak makan, sedikit bergerak” seperti ini membuat tubuhpun menjadi melar, dikhawatirkan keadaan seperti ini membuat perlahan-lahan penyakit kronis menghampiri tubuh kita.
Kepala Divisi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kronis Nasional - Biro Kesehatan Nasional di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Lee Hui-lan menyampaikan, menilik dari data statistik urutan 10 penyakit penyebab kematian, di mana separuh darinya adalah penyakit kronis seperti penyakit jantung, serebrovaskular, diabetes, hipertensi, nefritis dan nefropati (gangguan pada ginjal).
Lee Hui-lan mengemukakan, kelompok-kelompok penyakit ini memiliki risiko yang semuanya berkaitan dengan masalah metabolik, apabila lingkar pinggang terlalu besar, tekanan darah, gula darah yang tinggi pada saat sebelum makan, dislipidemia dan kolesterol.
Dalam analisa data “Pencegahan dan perlindungan kesehatan orang dewasa” dari Biro Kesehatan Nasional mendapati, ada 3,6 dari 10 orang warga yang berusia di atas 40 tahun mengidap sindrom metabolic, yang patus diperhatikan adalah ada 5 orang diantaranya yang ukuran lingkaran pinggangnya melebihi standar sehat, bahkan 39% darinya memiliki masalah obesitas, 36% darinya selain obisitas juga mengidap penyakit tekanan darah tinggi pemula, hal ini berisiko tinggi terkena penyakit kronis. Namun bagaimana mengetahui kalau diri kita tidak terkena sindrom metabolik? Banyak warga yang masih tidak jelas dengan hal ini.
Lee Hui-lan mengungkapkan, “lingkar pinggang” adalah indikator yang paling mudah untuk mengetahui apakah Anda termasuk dalam kategori bermasalah dengan metabolik. Ukuran lingkar pinggang pria dewasa tidak boleh lebih dari 90 cm sedangkan perempuan tidak boleh lebih dari 80 cm, apabila melebihi berarti sudah melampaui standar kesehatan di mana menandakan adanya timbunan lemak dalam organ tubuh, hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi sistem metabolisme tubuh, membuat tringliserida darah dan gula darah meningkat, serta meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovisular dan diabetes.
Dokter Klinik, Chen Hong-lin menyampaikan, berdasarkan pengamatan mereka yang berobat, selama masa pandemi COVID-19, karena kebanyakan warga cenderung makan lebih banyak sementara kurang bergerak, sedangkan banyak yang tidak bersedia berobat atau kontrol ke dokter atau rumah sakit karena takut tertular COVID-19, untuk itu separuh dari mereka yang menderita penyakit kronis kondisinya semakin parah, untuk itu mengimbau menggunakan cara konsultasi dokter online, dan mengendalikan penyakit kronis dengan baik.
Kebanyakan orang telah mengetahui untuk menjauhi penyakit kronis adalah kurangi makan dan perbanyak bergerak, tetapi pada praktiknya hal ini tidak mudah dilakukan, Chen Hong-lin menyarankan, dapat memulai dengan kebiasaan setiap hari melangkah 5 ribu langkah, biasakan menimbang berat badan, mengukur tekanan darah, lingkar pinggang setiap pagi dan malam, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit “3 tinggi”, harus memperhatikan jangan sampai lingkar pinggang Anda menjadi besar.