(Taiwan, ROC) – Pasukan Taliban, organisasi bersenjata di Afghanistan, melaju masuk ke ibukota Kabul pada tanggal 15 Agustus, dan terlihat banyak orang yang melarikan diri ke bandara. Menurut personel militer Amerika Serikat yang tengah menjalankan misi pengangkutan evakuasi, jumlah orang yang sebenarnya diangkut oleh pesawat jenis C-17 malam itu adalah 823 orang, jauh lebih banyak dari 640 orang yang sebelumnya dikonfirmasi oleh Angkatan Udara AS.
Dalam sebuah wawancara dengan program media CNN "Hari Baru" pada tanggal 20, kru mengatakan bahwa jumlah sebenarnya orang yang dibawa pada penerbangan evakuasi tanggal 15 Agustus adalah sebanyak 823 orang.
Situs berita militer Amerika Serikat "Defense One" juga memposting foto warga Afghanistan yang tengah berkerumun di kabin C-17, yang akhirnya menjadi viral di seluruh dunia, dan segera menjadi simbol kebutuhan mendesak Amerika Serikat untuk memperkuat misi evakuasinya.
Juru bicara Angkatan Udara Amerika Serikat, Hope Cronin mengatakan bahwa jumlah ini memecahkan rekor jumlah orang yang diangkut dengan pesawat angkut C-17 mereka, yang dapat digunakan untuk mengangkut kargo dan penumpang bila diperlukan. Pesawat angkut C-17 telah beroperasi selama kurang lebih 30 tahun.
Menurut catatan komunikasi radio menara dan kru pada tanggal 15 Agustus, dapat dilihat bahwa misi ini luar biasa, ketika pilot memberi tahu berapa banyak orang yang ada di dalamnya, pihak lain menjawab dengan "Ya Tuhan."
Jika melihat data statistik sebelumnya menunjukkan bahwa setelah Topan Haiyan melanda Filipina pada tahun 2013, C-17 militer AS pernah membawa 670 orang Filipina. Sementara evakuasi pada tanggal 15 Agustus kali ini berhasil membawa 823 orang, dimana sekaligus mencatat rekor baru.