(Taiwan, ROC) – Pada tanggal 20 Agustus 2021, Istana Kepresidenan dan Kementerian Luar Negeri (MOFA) menyampaikan terima kasih kepada Amerika Serikat (AS) karena telah menegaskan kembali dukungannya untuk Taiwan, dan menekankan jika Taiwan akan terus mempromosikan perkembangan serta kestabilan hubungan Taiwan-AS, dan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanan diri, guna mempertahankan demokrasi dan kebebasan rakyat Taiwan yang diraih dengan susah payah.
Presiden AS, Joe Biden dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ABC News pada 18 Agustus waktu Amerika Timur mengemukakan, pokok masalah Taiwan dan Afghanistan berbeda, serta AS akan menepati janjinya kepada rekan mitra; Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price pada konferensi pers reguler juga menyampaikan, AS akan terus mendukung penyelesaian damai masalah lintas selat dengan metode yang sesuai dengan keinginan dan kepentingan terbaik rakyat Taiwan. Perdamaian dan keamanan di laut Taiwan adalah kepentingan abadi Amerika Serikat, sangat penting bagi keamanan serta stabilitas kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan, dan tidak terpengaruh oleh Afghanistan atau situasi lainnya.
Istana Kepresidenan berterima kasih kepada Biden dan pemerintahannya, karena terus menerapkan tindakan seperti penjualan senjata kepada Taiwan sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan dan Enam Jaminan, menunjukkan komitmen terhadap Taiwan yang kokoh seperti batu karang. Juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan, Chang Tun-han (張惇涵) menyampaikan, baru-baru ini perdamaian dan stabilitas di laut Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik telah mendapatkan perhatian dan diskusi internasional yang tinggi, menunjukkan jika Taiwan merupakan peran yang sangat diperlukan bagi keamanan dan kemakmuran masyarakat internasional. Beliau menegaskan kembali, posisi konsistensi Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) adalah “Tidak menyerah di bawah tekanan, dan tidak gegabah saat mendapatkan dukungan". Satu-satunya pilihan Taiwan adalah menunjukkan tekadnya untuk mempertahankan diri, membuat dirinya lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih bertekad untuk mempertahankan diri, agar keberadaan Taiwan bermakna, juga memiliki kontribusi yang lebih positif.
MOFA juga dengan tulus berterima kasih kepada Biden serta pemerintah AS, karena dengan gamblang menegaskan kembali komitmennya terhadap keamanan Taiwan. Beliau juga menekankan, jika Taiwan akan terus memperdalam kerja sama dengan AS dan negara-negara lain dengan gagasan serupa untuk bersama-sama mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di laut Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik. Juru bicara MOFA, Joanne Ou (歐江安) mengatakan, ”Taiwan berada di garis terdepan barisan demokrasi melawan rezim otoriter. Kami menjunjung tinggi nilai kebebasan demokrasi, dan Taiwan memainkan peran yang sangat diperlukan untuk keamanan serta kemakmuran komunitas internasional. Pemerintah Taiwan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanan diri, mempertahankan demokrasi dan kebebasan rakyat Taiwan yang diraih dengan susah payah.”
Istana Kepresidenan sekali lagi menegaskan kembali, Taiwan akan terus mempromosikan perkembangan hubungan Taiwan-AS yang stabil, dan juga memperdalam kemitraan dengan negara-negara yang memiliki gagasan serupa, mempertahankan nilai universal kebebasan berdemokrasi, serta berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, kemakmuran, dan perkembangan laut Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik.