(Taiwan, ROC) -- Menteri Ekonomi dan Inovasi Lithuania, Aušrinė Armonaitė, menyatakan jika pemerintah Lithuania berupaya untuk mendiversifikasi pasar ekspor, mengembangkan peluang baru bagi industri, dan memperluas kemitraan dengan Asia Tenggara, serta pendirian Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan di Taiwan sebelum akhir tahun ini sejalan dengan pedoman kebijakan pemerintah.
Mengenai ketidakpuasan dan tekanan dari pemerintah Beijing terhadap peningkatan hubungan Lithuania dengan Taiwan, Armonaitė mengemukakan jika Lithuania sama seperti Uni Eropa (UE), yakni sama-sama menghormati kebijakan dalam dan luar negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Uni Eropa dan Taiwan memiliki koneksi serta hubungan ekonomi dan perdagangan yang kuat: Taiwan adalah mitra dagang terbesar ke-6 UE di Asia, dan UE adalah pasar terbesar ke-5 bagi Taiwan; Banyak negara anggota UE memiliki kantor perwakilan di Taiwan, dan Lithuania, yang juga merupakan negara UE, sangat menantikan untuk dapat turut bergabung dalam barisan tersebut.
Beliau menegaskan, Lithuania mengejar hubungan ekonomi yang saling menguntungkan dengan semua negara, “termasuk Negeri Tirai Bambu”, tetapi hubungan bilateral harus setara. Lithuania akan menjadi salah satu dari 67 negara yang mendirikan dan memiliki Kantor Perwakilan Ekonomi dan Perdagangan di Taiwan, “kami tidak akan menyerah terhadap rencana terkait.”
Saat diwawancara dirinya membeberkan, Lithuania berharap dapat memajukan kerja sama bilateral melalui pembentukan kantor ekonomi dan perdagangan di Taiwan, dan juga berharap agar Taiwan memiliki pemahaman yang mendalam terhadap potensi bisnis Lithuania, terutama pada bidang teknologi tinggi, berbagai bidang inovatif, serta industri bernilai tambah tinggi.
Kekuatan industri dan teknologi Lithuania yang paling terkenal adalah laser, dan lebih dari 90% produknya diekspor, dengan klien termasuk Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN), International Business Machines Corporation (IBM), dan lain-lain.
Armonaitė menyampaikan, banyak perusahaan di industri laser Lithuania juga memiliki klien di Taiwan; Oleh karena itu, Lithuania tertarik untuk memperluas kerjasama dengan Taiwan di bidang teknologi informasi, teknologi finansial, otomatisasi, bioteknologi, dll.
Beliau menambahkan, Lithuania memiliki jumlah perusahaan teknologi finansial terbanyak di Uni Eropa (lebih dari 230 perusahaan), dan juga memiliki lingkungan berperingkat internasional yang paling cocok untuk pengembangan industri teknologi finansial, merupakan peringkat kedua setelah Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura.
Selain itu, kecepatan pertumbuhan pendapatan pada industri bioteknologi Lithuania merupakan salah satu yang terbaik di Eropa. Armonaitė menuturkan, industri terkait di Lithuania telah meningkatkan pendapatan tahunan mereka sebesar 25%, memberikan kontribusi lebih dari 1% dari produk domestik bruto (GDP) Lithuania, yaitu sekitar 6 kali lebih besar dari rata-rata Uni Eropa.