(Taiwan, ROC) RRT mengagendakan tahun depan akan menggelar Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20, Kepala Pemimpinnya Xi Jin-ping mengharapkan tetap berkuasa melanjutkan pemerintahan periode ke-3. Wakil Menteri Kantor Urusan Daratan Tiongkok, MAC Chiu Chui-cheng (邱垂正) kemarin (17/8) saat menghadiri pertemuan dengan wadah pemikir AS menyampaikan peringatan kewaspadaan bahwa RRT berkemungkinan tidak akan mengurangi serangan diplomatik setelah diselenggarakannya Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20, malah sebaliknya ada kemungkinan semakin semena-mena.
Chiu Chui-cheng saat menghadiri pertemuan virtual Center for Strategic and International Studies (CSIS), bersama ketua CSIS Jude Blanchette membahas perkembangan situasi lintas selat dan kemungkinan tantangan yang akan dihadapi.
Jude Blanchette menyampaikan, selama masa lebih dari 5 tahun, Taiwan mendapat tekanan dan ancaman dari pemerintahan Beijing dalam masa jangka panjang, mencakup pemberitaan politik hoaks, serangan cyber, pesawat militer mengintervensi territorial udara Taiwan yang semakin kerap dilakukan. 5 tahun ke depan akan menjadi momen kunci, untuk melihat apakah Taiwan mampu mempertahanlan sistem demokrasi dan saat bersamaan menjaga perdamaian selat Taiwan.
Jude Blanchette mengemukakan, tahun depan RRT akan menggelar Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20, Sekjen Partai Komunis Tiongkok Xi Jin-ping niscaya akan melanjutkan pemerintahannya periode ke-3, masyarakat luar terus memperhatikan kebijakan diplomatik pragmatis RRT terhadap Taiwan apakah akan mengalami perubahan, atau ada penyesuaian.
Chiu Chui-cheng mangatakan, dunia luar bisa saja menginginkan harapan yang baik, akan tetapi juga perlu mempertimbangkan hal yang terburuk. RRT tidak hanya saja menutup-nutupi ambisinya untuk menguasai, sambutan Xi Jin-ping dalam perayaan Partai Komunis Tiongkok Ulang Tahun ke-100 pada tanggal 1 Juli menjadi bukti. Ia menekankan, “setiap orang tidak boleh meremehkan tekad dan kemampuan keras dari masyarakat RRT dalam mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah.”
Chiu Chui-cheng mengemukakan, pentingnya mempertahankan perdamaian dan stabilitas selat Taiwan, sebelumnya jarang diusung seperti masa-masa saat ini, pihak AS-Jepang-India-Australia bergabung dalam dialog keamanan 4 pihak (Quad), pertemuan bilateral AS-Jepang, pertemuan tingkat tinggi AS-Uni Eropa dan pertemuan tingkat tinggi G7, semuanya mengangkat isu selat Taiwan.
Guna menanggapi situasi perkembangan di masa mendatang, Chiu Chui-cheng mengatakan, ada 3 sasaran utama yang ditargetkan Taiwan, mencakup memastikan masyarakat komunitas internasional mengetahui perjuangan Taiwan memerangi otoriter RRT, mempromosikan kebebasan dan keterbukaan dalam kawasan regional Indo Pasifik, serta kepentingan kemakmuran yang strategis.
Selain itu, Chiu Chui-cheng mengatakan, di sisi ekonomi, Taiwan akan memainkan peran penting sebagai supplier rantai pemasok industri semi konduktor, di masa mendatang akan memperkuat peranan ini. Pengalaman demokrasi nyata di Taiwan dapat memotivasi masyarakat Hongkong, mendukung mereka mendapatkan demokrasi dan kebebasan, di masa mendatang Taiwan akan terus berlanjut dengan kisah sukses dalam mempertahankan kebebasan berdemokrasi.