(Taiwan, ROC) - Pemerintah Taiwan pada hari Minggu menjanjikan dana sebesar US$500.000 untuk membantu Haiti mengatasi dampak gempa berkekuatan 7,2 SR yang melanda negara sekutu Taiwan di Karibia itu pada hari Sabtu.
Perdana Menteri Ariel Henry telah mengumumkan Haiti memasuki keadaan darurat setelah sedikitnya 304 orang tewas dan lebih dari 1.800 orang terluka dalam gempa yang melanda kawasan selatan dan barat daya pada Sabtu pagi.
Juru bicara Kantor Kepresidenan Xavier Chang (張淳涵) mengatakan, Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) telah menyatakan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Haiti, dan berjanji akan memberikan US$500.000 untuk membantu Haiti dalam upaya rekonstruksi pascabencana.
Menurut Chang, Presiden Tsai mengungkapkan hal tersebut melalui cuitan di Twitter: "Atas nama rakyat dan pemerintah Taiwan, saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada semua orang yang terkena dampak. Taiwan siap membantu Haiti dalam upaya penyelamatan dan pemulihan."
Pada saat yang sama, lanjut Chang, Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳釗燮) dan duta besar Taiwan untuk Haiti Ku Wen-jiann (古文劍) masing-masing juga telah menyampaikan belasungkawa Tsai kepada Menteri Luar Negeri Haiti Claude Joseph dan Perdana Menteri Ariel Henry.
Selain sumbangan yang dijanjikan, Chang mengatakan Kementerian Dalam Negeri (MOI) telah menginstruksikan tim penyelamat untuk siap-siap berangkat ke Haiti setelah pemerintah Haiti menerima bantuan internasional.
DI lain pihak, menurut Kementerian Luar Negeri (MOFA), belum ada laporan mengenai warga Taiwan yang terluka atau tewas selama gempa tersebut. MOFA meminta warga Taiwan di Haiti untuk menghubungi kantor kedutaan andaikata membutuhkan bantuan.