(Taiwan, ROC) – Saat Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga menerima wawancara eksklusif dari media Amerika Serikat (AS), dan berbicara mengenai konflik yang mungkin saja muncul antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) karena Taiwan mengemukakan, “(Bahasa Jepang) Ada banyak sekali pangkalan militer AS di Okinawa, dan berdasarkan aliansi Jepang-AS, memastikan Okinawa dapat terlindungi adalah target terpenting dari pemerintah Jepang.”
Dilansir dari pemberitaan media Yomiuri Shimbun, PM Yoshihide Suga menerima wawancara eksklusif dari Newsweek AS pada tanggal 29 Juli yang lalu secara online. Selain membahas hal-hal yang disebutkan di atas, beliau menekankan jika Jepang berada dalam lingkungan keamanan yang semakin parah, “Berharap dapat meningkatkan kemampuan pertahanan di berbagai bidang, termasuk ruang angkasa, internet dan gelombang elektromagnetik.”
Beliau juga menyampaikan, anggaran pertahanan negara tidak boleh dibatasi hingga 1% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang, anggaran pertahanan yang diperlukan harus diamankan.
Pemerintah Jepang sejak kabinet Miki Takeo pada tahun 1976, meloloskan resolusi untuk membatasi anggaran pertahanan hingga 1% dari PDB. Meskipun sudah dihapus oleh kabinet Nakasone Yasuhiro pada tahun 1987, namun setelah itu dengan beberapa pengecualian, sebagian besar kabinet Jepang tetap mematuhi aturan 1% tersebut.