(Taiwan, ROC) – Dari sebuah penelitian di Swedia memperlihatkan, risiko serangan jantung dan stroke meningkat bagi mereka yang pernah terinfeksi COVID-19. Penelitian yang didanai oleh pemerintah Swedia, dengan melakukan perbandingan 86.742 pasien yang terinfeksi COVID-19 pada tahun 2020 dan 348.481 orang yang tidak terinfeksi.
Dari hasil penelitian mendapati, satu minggu setelah terdiagnosis, risiko pasien dengan infark miokard (kondisi saat aliran darah ke arteri koroner jantung mengalami penyempitan) akut pertama meningkat 3 - 8 kali lipat, risiko stroke iskemik pertama meningkat 3 - 6 kali lipat. Walaupun risiko secara bertahap menurun seiring dengan waktu infeksi, tetapi masih berisiko tinggi dalam waktu 4 minggu sejak terdiagnosis.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal medis Inggris "The Lancet" (The Lancet), dengan subyek penelitian ini tidak termasuk pasien yang pernah mengalami serangan jantung dan stroke di masa lalu, tetapi dari penulis laporan penelitian, Profesor Anne-Marie Fors Connolly di Universitas Umea di Swedia memperlihatkan, pasien dengan riwayat penyakit jantung atau stroke, kemungkinan kambuh setelah tertular COVID-19 secara teoritis juga akan lebih tinggi.