(Taiwan, ROC) – Artis Taiwan Dee Hsu (徐熙娣), lantaran beberapa hari yang lalu menyemangati atlet Taiwan dalam perhelatan Olimpiade lewat postingan di akun Instagramnya, dan memanggil mereka dengan sebutan “atlet negara”, berujung mendatangkan protes dari netizen Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Dalam kurun waktu 1 hari, diberitakan ada 4 pengusaha RRT yang memutuskan kontrak brand ambassador dengan Dee Hsu.
Kementerian Kebudayaan (MOC) pun mengeluarkan postingan yang menekankan, di Taiwan, “Atlet tidak perlu meminta maaf atas hasil pertandingan; Artis tidak perlu meminta maaf karena mendukung pemain di negaranya sendiri.”
Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan, Lee Yung-te (李永得) pada hari ini (6/8) menekankan, Taiwan merupakan negara dengan kebebasan berpendapat, dan pemerintah tidak akan ikut campur. Setiap suara yang disuarakan oleh masing-masing orang juga harus diperiksa oleh masyarakat, dan Kementerian Kebudayaan pun menghormati semuanya.
Lee Yung-te (李永得) mengatakan, ”Saya rasa ini membuktikan bahwa Taiwan adalah negara yang benar-benar bebas berpendapat atau berpikir. Anda tidak perlu meminta maaf karena telah mendukung atlet mana pun, Anda juga dapat mengekspresikan keinginan Anda dengan bebas, dan Pemerintah tidak akan campur tangan. Tentu saja pemeriksaan yang harus diterima oleh semua orang adalah masyarakat umum, jadi kami menghormati semuanya.”