(Taiwan, ROC) – Menurut pemberitaan media, harga penjualan senjata artileri M109A6 Amerika Serikat (AS) untuk Taiwan terlampau tinggi. Kementerian Pertahanan pada hari ini (Jumat, 6 Agustus 2021) mengemukakan, pihak AS mengumumkan jika harga penjualan senjata tersebut senilai US$ 750 juta, merupakan batas atas nominal dari “tersedia untuk dijual”, yang kedepannya akan dipilih sesuai keperluan dan anggaran undang-undang, guna meningkatkan kekuatan tempur dalam pertempuran yang diperlukan.
Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan (DSCA) AS kemarin (5/8) membeberkan, pihak AS akan menjual sebanyak 40 senjata altileri M109A6, dan senjata lainnya untuk Taiwan. Dilansir dari pemberitaan Yi Media, harga penjualan senjata altileri M109A6 AS untuk Taiwan terlampau tinggi, penjualan senjata ini juga tidak termasuk proyektil berpemandu presisi M982 yang dikembangkan oleh Swedia, dan jangkauan tembakan pun kalah jauh.
Kemenhan pada pagi hari ini menyampaikan, berdasarkan kebutuhan operasi pertahanan serta mempertimbangkan sumber daya pertahanan secara keseluruhan, pihaknya telah mengadakan pembelian sebanyak 40 senjata altileri M109A6 155mm tipe baru dari AS, guna meningkatkan respons dan kinerja dukungan tembakan bagi angkatan darat.
Kemenhan menambahkan, jumlah nominal yang diumumkan di situs DSCA AS adalah US$ 750 juta (sekitar NT$ 20,8 miliar), merupakan batas atas nominal dari “tersedia untuk dijual”, termasuk kerja sama industri, pemindahan teknologi kunci, serta rekomendasi pihak AS dalam pembelian peralatan tambahan, layanan dukungan logistik, dan lain-lain. Angkatan darat akan secara komprehensif mempertimbangkan dan memilih rencana yang paling sesuai, guna mencapai target dalam peningkatan kemampuan tempur pertahanan tanah air secara efektif.
Kemenhan menyampaikan, penjualan Perlengkapan Berpandu Presisi (PGK) AS untuk Taiwan, dapat diintegrasikan dengan amunisi jarak jauh Angkatan Darat yang telah ada, dan akan sangat jelas dapat meningkatkan efektivitas serangan “jarak jauh, dan ketepatan”.