(Taiwan, ROC) Badan Pengawas Obat dan Makanan baru-baru ini mengumumkan hasil pertemuan untuk meninjau izin penggunaan darurat (EUA), walaupun sebagian besar pakar meloloskan EUA, akan tetapi diantaranya ada beberapa pakar beranggapan perlu melampirkan data terkait limfosit T( sel T).
Ketua Koordinator Komite Penasihat Praktik Imunisasi (ACIP) Lee Bing-ing (李秉穎) pada hari Kamis ini (5/8) saat menerima wawancara menyampaikan, sel T adalah reaksi imun sekunder atau menjadi pendukung pencegahan terinfeksi kedua, dan tidak seperti antibodi dengan standar yang ditetapkan, sel T dengan imun tubuh tidak memiliki hubungan yang erat.
Lee Bing-ing (李秉穎) mengatakan, “Yang disebut dengan pendukung kedua adalah, jika virus menyerang ke tubuh kamu, yang utama adalah mengandalkan pada anti bodi, dengan anti bodi dapat melawan virus, sepenuhnya bergantung pada antibodi untuk menaklukkan virus. Sel T dapat dikatakan adalah tim cadangan pendukung, karena jika virus masuk ke dalam sel tubuh akan bersembunyi di dalam sel tubuh, maka anti bodi tidak bisa membunuh, maka saat ini kita mengandalkan sel T untuk mematikan virus, maka sel T sepertinya adalah kekuatan cadangan kita.”
Lee Ping-ing juga menerangkan, vaksin produksi Taiwan sebelum pengujian klinis fase pertama telah diminta untuk meninjau reaksi sel T, dikarenakan dikuatirkan hanya ada ketergantungan pada antibody, malah menyebabkan kondisi pasien semakin memburuk; Jika diberi suntikan vaksin untuk dosis ke dua kalinya setelah itu dapat meningkatkan daya tahan tubuh maka ini menandakan sel T sedang bekerja, ini merupakan prinsip dasar imunologi. Lee Bing-ing juga menekankan bahwa reaksi sel T bukanlahpersyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan EUA, juga belum ada standarnya akan tetapi kedepannya bisa dipertimbangkan.
Terkait dengan keraguan dari peninjauan para pakar terkait dengan efek perlindungan vaksin Medigen terhadap virus varian Delta, Lee Ping-ing mengatakan, apaun merek vaksin, perlindungan melawan varian mutasi menurun antara 10%-20%.
Berkaitan dengan mantan Walikota Taipei City, Hau Lung-pin (郝龍斌) dan mantan Dirjen Kesehatan Yaung Chih-liang (楊志良) membuat surat pernyataan meminta agar menghentikan penalti EUA yang diberikan kepada perusahaan farmasi Medigen, Lee Ping-ing mengatakan, seluruh dunia saat ini belum ada vaksin yang telah mendapat izin EUA lalu dicabut, sebagai contoh vaksin AZ, Moderna juga ada efek samping seperti blood clot (pembekuan darah), miokarditis yang berkemungkinan juga menyebabkan kematian, semua ini tercatat sebagai hal yang patut diperhatikan, apalagi hingga saat ini belum ada bukti tingkat keamanan, efikasi dari vaksin Medigen yang diragukan, sama sekali tidak tepat untuk mencabut izin EUAnya.