(Taiwan, ROC) – Pihak Kementerian Luar Negeri atau MOFA pada hari Selasa tanggal 3 Agustus menyampaikan, saat Menteri Luar Negeri Joseph Wu menerima wawancara dari salah satu media Jerman menjelaskan bahwa belakangan ini perseturuan antara nilai-nilai demokrasi dan sistem otoriter semakin memanas, pihak Daratan Tiongkok juga menggunakan kesempatan dalam kesempitan, yakni di saat pandemi COVID-19 tengah merebak di dunia, dijadikan sebagai salah satu langkah untuk mempengaruhi tatanan dunia internasional. Oleh sebab itu, kubu demokrasi yang ada di seluruh dunia, hendaknya dapat bersatu padu, bersama menggalang kerjasama dan meningkatkan kebebasan serta transparansi yang ada.
Dalam pers rilis yang diluncurkan oleh MOFA menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Joseph Wu pada hari Kamis tanggal 29 Juli menerima wawancara dengan video call dari Mathhias Koch, Media RND Jerman, secara khusus membahas tentang tekanan dan ancaman yang diberikan oleh Daratan Tiongkok terhadap Taiwan, dampak pengaruh terhadap Selat Taiwan, pengiriman kapal induk milik Jerman ke Laut Selatan, penggalangan dukungan terhadap Taiwan yang dilakukan oleh Jerman, dimana isi wawancara tersebut ditayangkan pada tanggal 3 Agustus.
Joseph Wu mengungkapkan jika Taiwan dan Jerman, memiliki kesepahaman ideologi yang sama, bersama melindungi demokrasi, kebebasan dan nilai-nilai hak asasi manusia. Saat menghadiri Forum G7, dan Forum NATO pada tahun ini, dalam laporan yang diusung oleh Jerman disebutkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi keamanan di kawasan Samudra Hindia Pasifik, selain itu juga akan berkolaborasi dengan negara-negara yang memiliki kesepahaman yang sama untuk menjaga kestabilan perdamaian di Selat Taiwan.
Selain itu, Joseph Wu menyampaikan jika pengiriman kapal induk oleh pemerintah Jerman ke kawasan Samudra Hindia Pasifik adalah salah satu bentuk perwujudan program “Indo-Pasific Guidelines”, guna menjaga keamanan kawasan dan kestabilan perdamaian.
Joseph Wu menjelaskan jika dalam berbagai ajang yang digelar belakangan ini, termasuk Forum QUAD, Forum Amerika dan Jepang, Foruk Amerika dan Korea, Forum Uni Eropa dan Jepang, Forum G7, Forum Jepang dan Australia, Forum G7 dan lain sebagainya, banyak negara peserta yang kembali menyampaikan pentingnya menjaga kestabilan di Selat Taiwan.
Joseph Wu menegaskan bahwa pihak Daratan Tiongkok terus memberikan ancaman militer terhadap Taiwan, dan Taiwan harus terus menghadapi perluasan tekanan penggunaan kekuatan militer yang dilakukan oleh Daratan Tiongkok belakangan ini. Untuk itu, Taiwan juga terus melakukan peningkatan sistem pertahanan diri, menggalang kerjasama dengan negara-negara yang memiliki kesepahaman yang sama, agar dapat turut menciptakan pedamaian dan kestabilan di Selat Taiwan. Dalam menghadapi hubungan antar selat, pemerintah Taiwan akan tetap mempertahankan sikap “Damai, seimbang, demokrasi dan komunikasi”, pihak Taiwan juga bersedia melakukan komunikasi dengan berlandaskan kondisi yang seimbang antara kedua belah pihak.
Di bagian akhir wawancara, Joseph Wu juga tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada pihak pemerintah Jepang yang terus menerus bersuara bagi Taiwan di berbagai kesempatan petemuan internasional, gigih dalam mendukung Taiwan untuk dapat bersaa mengikuti berbagai kegiatan yang digelar oleh Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO, dan berharap dengan adanya dukungan tersebut, Taiwan dapat turut mengikuti berbagai organisasi kelas internasional dan memberikan kontribusi bagi dunia.