History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dukungan Menteri Pertahanan Jepang Terhadap Perdamaian di Selat Taiwan

  • 03 August, 2021
  • 尤繼富
Dukungan Menteri Pertahanan Jepang Terhadap Perdamaian di Selat Taiwan
Dukungan Menteri Pertahanan Jepang Terhadap Perdamaian di Selat Taiwan

(Taiwan, ROC) --- Media Inggris “Financial Times” mewartakan bahwa Menteri Pertahanan Jepang - Kishi Nobuo meminta komunitas internasional untuk lebih memperhatikan “kelangsungan Taiwan”, serta memperingatkan akan kekuatan militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang terus meluas dan menekan Taiwan.

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Nobuo Kishi yang juga adalah adik dari Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan bahwa tekanan dunia internasional yang meluas akan menjadi sangat penting dalam menentukan masa depan Taiwan yang tertantang oleh konflik militer.

Otoritas Jepang sebelumnya juga telah melakukan banyak terobosan dalam penerapan buku putih pertahanan nasionalnya, terutama dalam beberapa tahun belakangan. Untuk pertama kalinya, otoritas Negeri Sakura menyatakan bahwa situasi di kawasan Taiwan memegang peranan penting bagi keamanan Jepang dan komunitas dunia.

Jepang dirasa perlu untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan dengan saksama. Pernyataan Kishi Nobuo dalam Financial Times kian memperjelas maksud dari Negeri Sakura.

Dalam buku putih pertahanannya, Jepang menyebutkan bahwa RRT saat ini memiliki “keunggulan luar biasa” dalam hal militer. Secara khusus, Kishi Nobuo juga menegaskan kembali poin ini.

Dia mengatakan, “Kami telah melihat sendiri semua jenis tindakan yang dilancarkan RRT, guna mengepung Taiwan”.

Semenjak tahun lalu, pesawat militer RRT telah beberapa kali masuk melintasi zona identifikasi pertahanan udara di barat daya Taiwan. Apalagi Beijing mulai terbang serta memasuki kawasan ujung selatan dan pantai tenggara Taiwan.

Awal tahun 2021, sebuah pesawat militer milik RRT diberitakan sempat muncul di wilayah udara timur Taiwan. Di samping itu, kapal perang milik RRT juga diberitakan sering muncul di perairan timur Taiwan.

Kishi Nobuo mengatakan, Jepang menyampaikan pesan kuat kepada dunia internasional bahwa perdamaian di Selat Taiwan hanya dapat terjamin jika masyarakat dunia bersama-sama menyuarakannya. Ia mengatakan, “Komunitas dunia perlu lebih memperhatikan kelangsungan di kawasan Selat Taiwan, dari pada hanya menyaksikan konflik langsung antara Taiwan dengan RRT”.

Enam sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada "Financial Times" bahwa dalam menanggapi kemungkinan terjadinya konflik antar selat, maka Amerika Serikat dengan Jepang harus terus melakukan pelatihan dan simulasi militer bersama.

Kishi Nobuo mengatakan, “Sembari mempertahankan struktur yang ada saat ini, kami berharap sebuah konsensus dapat tercapai melalui berbagai inisiatif dan pertukaran yang digelar antar pihak Amerika Serikat dengan Jepang”. Meskipun kemampuan militer antara selat terdapat kesenjangan, tetapi Kishi Nobuo yakin akan pertahanan yang dimiliki oleh Taiwan. Ia menambahkan, di tengah kemampuan militer yang tidak sepadan, Taiwan akan mengintegrasikan “sistim pertahanan multi-level”

Kishi Nobuo menyampaikan, negara-negara Benua Eropa sangat dipersilakan untuk memainkan peran yang lebih krusial di kawasan Indo-Pasifik, salah satunya adalah kapal induk Inggris HMS Queen Elizabeth yang akan mengunjungi Jepang.

Komentar

Terbarumore