(Taiwan, ROC) – Atlet tenis meja putra Taiwan, Lin Yun-ju (林昀儒) harus menelan pil pahit setelah kalah 7 set (game) dalam pertempuran sengit dengan raja tenis meja Fan Zhen-dong (樊振東) di Olimpiade Tokyo 2020, pada tanggal 29 Juli 2021 kemarin. Komentator olahraga, Chou Tung-yu (周東昱) mengemukakan, meskipun kemampuan posisi pertahanan menengah untuk menahan bola sedikit kalah dari lawan, tetapi menurutnya, Lin Yun-ju tidak kalah sama sekali dan sudah bermain dengan sangat baik.
Lin Yun-ju yang saat ini merupakan pemain peringkat 7 dunia, tampil baik di ajang Olimpiade perdananya, dengan masuk ke dalam perempat final tunggal putra Olimpiade Tokyo, dan pada tanggal 29 Juli kemarin, dirinya pun harus melawan juara dunia tenis meja tunggal putra asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Fan Zhen-dong. Komentator olahraga, Chou Tung-yu mengemukakan, jika dibandingkan dengan gaya permainan Lin Yun-ju pada masa lalu saat melawan Fan Zhen-dong yang terlihat lebih pasif dan konservatif, namun pada tanggal 29 Juli kemarin, Lin Yun-ju justru terlihat bermain sangat ofensif.
Mengenai pemain RRT, Fan Zhen-dong yang sangat pandai melakukan teknik servis backhand, Chou Tung-yu membeberkan, Lin Yun-ju juga sukses menahan langkah lawan lewat umpan panjang di babak awal. Namun, setelah Fan Zhen-dong mulai melakukan serangan balik pada saat set ke-5, efek bola panjang menjadi kurang efektif. Berbicara mengenai kunci penentuan kemenangan, Chou Tung-yu menganalisis jika kemampuan dan kualitas Lin Yun-ju dalam menahan bola di posisi menengah masih sedikit kalah dibandingkan dengan pemain lawan.
Namun, performa Lin Yun-ju masih di luar dugaan, dan Chou Tung-yu sangat mengagumi hal tersebut. Chou Tung-yu mengatakan, “Menurut saya, dia (Lin Yun-ju) tidak kalah sama sekali. Karena saya merasa, dirinya sudah bermain dengan sangat baik sekali.”