(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 19 Juli 2021, otoritas Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Taiwan - Medigen Vaccine telah melewati prosedur Emergency Use Authorization (EUA), dan selanjutnya akan diserahkan kepada para ahli dari Kelompok Vaksinasi Komite Penasihat Pencegahan Penyakit Menular (ACIP) yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) untuk dibahas cara penggunaannya.
Koordinator ACIP Lee Ping-ing (李秉穎) saat menerima wawancara pada Selasa pagi (20/7), tim ACIP akan menggelar pertemuan dalam sepekan mendatang, guna membahas cara penggunaan vaksin Medigen. Hal ini meliputi kelompok masyarakat mana saja yang cocok divaksinasi dan apakah boleh dicampur penggunaannya.
Lee Ping-ing mengatakan, “Bagaimana cara memulai penyuntikan vaksin Medigen ini? Sekarang, kita telah memiliki vaksin ketiga yang dapat dipilih untuk disuntikan. Kami akan mendiskusikan perihal siapa yang paling cocok menerima vaksin ini? Apakah vaksin ini boleh dicampur penggunaannya? Jika ada orang yang sebelumnya menerima vaksinasi dari merek lain (dosis pertama), dan sekarang ingin menerima vaksin Medigen untuk dosis kedua, apakah akan kami izinkan? Ada banyak detail yang perlu dipertimbangkan dari seluruh aspek implementasi di atas.”
Beberapa para ahli meragukan data vaksin Medigen, yang disinyalir tidak memiliki nilai perlindungan yang dapat dijadikan bahan referensi. Menjawab keraguan tersebut, 李秉穎 menyampaikan jika ini hanyalah ketidaksepahaman antara para akademisi.
Lee Ping-ing menilai, mayoritas dari mereka tidak dapat menerima fakta bahwa vaksin Medigen telah memperoleh EUA tanpa melewati uji klinis tahap tiga. Namun EUA harus mempertimbangkan kepentingan mayoritas warga Taiwan. Pihaknya akan menyerahkan seluruh hak pilih dari merek vaksin kepada warga Taiwan. Pemerintah di lain pihak tidak akan memaksakan warga Taiwan untuk menyuntikan vaksin dari merek tertentu.
Lee Ping-ing menambahkan, Medigen akan melakukan riset post-marketing dan mengembangkan uji klinis tahap ketiga di luar negeri. Dirinya juga memprediksi efek yang dibawa oleh vaksin Medigen tidak akan jauh berbeda dengan Novavax, mengingat kedua vaksin tersebut mengembangkan inovasi serupa.
Baik Medigen atau Novavax, kedua vaksin tersebut memiliki tingkat keamanan yang mumpuni dan tidak akan menimbulkan gejala miorkarditis bagi para penggunanya. Di samping itu, tingkat perlindungan yang diberikan oleh vaksin tersebut mencapai 90%.
Lee Ping-ing melanjutkan, pihaknya akan mengembangkan uji coba penyuntikan vaksin Medigen dengan vaksin merek lainnya, dengan sampel penelitian mencapai 100 hingga 200 orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan antibodi manusia dari penyuntikan vaksin Medigen tidak akan lebih lemah dari vaksinasi dua dosis merek yang sama.
Diharapkan efek imun tubuh manusia akan lebih kuat setelah menerima vaksin Medigen di dosis kedua. Penelitian vaksin campuran dari Medigen diperkirakan akan selesai bulan Maret dan April tahun mendatang. Saat ini unit terkait telah meluncurkan program penelitian dari vaksinasi campuran Medigen.
Di samping itu, pihak luar meragukan pertemuan evaluasi EUA dari vaksin Medigen yang tidak memiliki rekaman video lengkap dan sepenuhnya terkesan “dilindungi” oleh pemerintah. Lee Ping-ing mengatakan, hal serupa juga diterapkan dalam rapat peninjauan obat-obatan atau vaksin sebelumnya. Ini merupakan bagian dari kerahasiaan para ahli, guna memastikan esensial dunia akademisi yang tidak sepatutnya mendapat intervensi/tekanan dari pihak luar.