History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pengiriman Sumbangan Ketiga Vaksin AZ dari Jepang, Frank Hsieh: Pemeriksaan Selesai

  • 15 July, 2021
  • 鄭蕙玲
Pengiriman Sumbangan Ketiga Vaksin AZ dari Jepang, Frank Hsieh: Pemeriksaan Selesai
Berkisar 2 Juta Dosis Vaksin Tiba di Taiwan Hari Ini

(Taiwan, ROC) -- Menteri Luar Negeri Jepang, Motegi Toshimitsu tanggan 13 Juli kemarin mengumumkan akan memberikan sumbangan ketiga vaksin AstraZeneca sebesar 1 juta dosis bagi Taiwan yang akan dikirim hari ini(15/7). Ketua Kantor Perwakilan Taiwan untuk Jepang Frank Hsieh pada tanggal 14 Juli dalam media sosial Facebook nya menyampaikan, pemeriksaan vaksin yang akan dikirimkan telah selesai dengan lancar.

Dalam unggahan di laman FB nya, Frank Hsieh berbagi foto dirinya dengan anggota tim pemeriksa vaksin yang akan dikirimkan ke Taiwan, membeberkan bahwa pemeriksaan pemeriksaan vaksin AZ sumbangan ketiga dari Jepang telah menyelesaikan pemeriksaan dengan lancar dan diterbangkan ke Taiwan dengan pesawat Japan Airlines JAL809, tiba di Taiwan pada sore hari ini. Dari foto yang diunggah Frank Hsieh dapat terlihat 974.680 dosis vaksin dengan masa berlaku hingga 10 Oktober 2021. Produsen vaksin tersebut adalah Jepang yang telah mendapatkan kuasa darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada tanggal 15 Februari 2021, dan telah memperoleh hak pakai dari otoritas Jepang pada tanggal 21 Mei 2021.

Jepang yang pada tanggal 4 Juni 2021 lalu pertama kali mengirimkan sumbangan vaksin AZ pada Taiwan sebesar 1,24 juta dosis, diikuti dengan pengiriman kedua sumbangan sebanyak 1,13 juta vaksin pada 8 Juli 2021.

Frank Hsieh dalam FB nya menuliskan, “Karena ini adalah untuk ketiga kalinya jadi hatinya lebih tenang. Masih teringat akan pengiriman pertama di mana situasinya tegang, waktunya mendesak, khawatir jika pengiriman vaksin untuk penyelamatan manusia ini sampai terjadi perampokan, tabrakan atau kecelakaan lainnya, untuk itu hatinya sangat tegang dan khawatir hingga mendengar suara Japan Airline lepas landas, tetapi saat itu juga terdengar ada pesawat militer yang lepas landas menjaga keamanan pesawat JAL tersebut

Oleh karena itu, dengan gemetar dan gentar, sampai pesawat JAL terakhir lepas landas dan mendengar ada juga pesawat militer yang lepas landas, kami dijaga ketat untuk menjaga keamanan pesawat JAL tesebut, hatinya baru bisa tenang.” Frank mengemukakan, “Kalau sekarang mengingat waktu itu, saya yakin itu hanyalah kekhawatiran yang terlalu berlebihan dari diri saya.”

Komentar

Terbarumore