History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Media Jerman: Pengadaan Vaksin BioNTech di Taiwan Berhasil Menerobos Tantangan Geopolitik

  • 13 July, 2021
  • 尤繼富
Media Jerman: Pengadaan Vaksin BioNTech di Taiwan Berhasil Menerobos Tantangan Geopolitik
Media Jerman: Pengadaan Vaksin BioNTech di Taiwan Berhasil Menerobos Tantangan Geopolitik

(Taiwan, ROC) --- Penjualan vaksin oleh perusahaan BioNTech ke Taiwan telah menarik perhatian media Jerman. Surat kabar setempat menganalisis transaksi pengadaan vaksin itu merupakan bagian dari ketegangan geopolitik. Menilik dari pemberitaan yang ada, dapat terlihat jika pengadaan vaksin BioNTech di Taiwan selalu menerima tantangan politik.

Salah satu surat kabar utama di Jerman “Frankfurter Allgemeine Zeitung” menganalisis bahwa perusahaan swasta dan yayasan di Taiwan telah menggantikan peran pemerintah guna membeli vaksin COVID-19. Dengan melewati ragam rintangan politik, BioNTech dapat menuntaskan ketegangan geopolitik, dan akhirnya menjual vaksin mereka kepada Taiwan.

Dalam pernyataan yang dirilis oleh BioNTech, terdapat kata “Area Taiwan”, dapat terlihat peran perusahaan Shanghai Fosun yang memiliki hak eksklusif untuk memperdagangkan vaksin BioNTech di “Area Taiwan”. Dan ini adalah murni negosiasi yang terjadi langsung antara Shanghai Fosun dengan Taiwan, tanpa melibatkan BioNTech.

Media di atas juga menyebutkan jika negosiasi antara pemerintah Taiwan dengan BioNTech menemui jalan buntu. Pada akhir bulan Mei lalu, Presiden Tsai Ing-wen mengutuk otoritas Beijing yang disinyalir memiliki niat untuk menghalangi pembelian vaksin COVOD-19. Tak lama berselang, Amerika Serikat dan Jepang mendonasikan vaksin mereka kepada Taiwan. Negeri Tirai Bambu dinilai memiliki niat campur tangan menghalangi pengadaan vaksin di Taiwan.

Media Frankfurter Allgemeine Zeitung menganalisis, otoritas Beijing di lain pihak tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menciptakan kesan bahwa pemerintah Taiwan tidak dapat melayani warganya dengan maksimal.

Kepala Eksekutif Media Frankfurter Allgemeine Zeitung, Wu Yi-fang (吳以芳) menyampaikan pendapatnya dalam pengadaan vaksin kali ini. “Melindungi kesehatan dan kehidupan warga Taiwan”, meski sebagian besar masyarakat Taiwan tidak mengakui bahwa mereka adalah warga Tiongkok.

Media Frankfurter Allgemeine Zeitung mewartakan, 10 juta dosis vaksin BioNTech ini adalah malaikat penyelamat Taiwan, karena hanya ada sekitar 0,3% populasi di Taiwan yang baru menyelesaikan suntikan vaksinasi sebanyak 2 dosis.

Alasan rendahnya vaksinasi di Taiwan, dikarenakan minimnya angka penularan COVID-19 dalam negeri sebelum bulan April tahun 2021. Faktor inilah yang membuat warga dunia internasional menaruh perhatian mendalam terhadap kondisi yang tengah terjadi di Taiwan. Dan hal tersebut sedikit banyak telah membuat Beijing tidak senang.

Bagi Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文), tingkat vaksinasi di Taiwan yang masih ketinggalan menjadi prioritas utama Beliau saat ini.

Media Jerman lainnya, Handelsblatt menganalisis, produsen chip otomotif terbesar seperti Infineon di Jerman dan NXP di Belanda, semuanya dikontrak oleh perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).

Saat ini kapasitas produksi chip TSMC terisi maksimal dengan jumlah pesanan yang terus membanjiri. TSMC dikabarkan akan menginvestasikan US$ 100 miliar dalam kurun 3 tahun mendatang, yang mana angka fantastis tersebut tidak sebanding dengan total yang dikeluarkan untuk pengadaan vaksin di Taiwan.

Komentar

Terbarumore