History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

WHO: Tidak Perlu Suntikan Tambahan atau Pencampuran Vaksin, Negara Maju Jangan Beli Vaksin Lagi

  • 13 July, 2021
  • 尤繼富
WHO: Tidak Perlu Suntikan Tambahan atau Pencampuran Vaksin, Negara Maju Jangan Beli Vaksin Lagi
WHO: Tidak Perlu Suntikan Tambahan atau Pencampuran Vaksin, Negara Maju Jangan Beli Vaksin Lagi

(Taiwan, ROC) -- Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) tanggal 12 mengimbau, dalam situasi ketika negara-negara lain masih belum mendapatkan vaksin COVID-19, tidak seharusnya negara-negara maju dan kaya membeli dan menyumbangkan vaksin pada masyarakat negara lainnya. Selain itu WHO juga menyampaikan, saat ini belum ada bukti yang menunjukkan perlu penambahan vaksinasi bagi mereka yang sudah divaksin, bersamaan itu juga jangan menyuntik campur dengan vaksin COVID-19 yang berbeda, karena hal ini berisiko.

Sekjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus tanggal 12 Juli menyampaikan, jumlah kasus COVID-19 yang meninggal terus bertambah, virus varian mutase Delta menjadi strain virus utama, tetapi banyak negara yang hingga saat ini belum mendapatkan vaksin yang dibutuhkan untuk melindungi tenaga medisnya.

Tedros Adhanom Ghebreyesus mengemukakan, varian virus Delta tengah menyebar cepat di seluruh pelosok dunia sehingga mengakibatkan jumlah korban yang meninggal bertambah. Virus ini paling awal ditemukan di India, kekuatan penyebaran yang dimiliki virus Delta ini membuat varian ini telah ditemukan di lebih dari 104 negara dunia.

Tedros mengungkapkan, penyediaan vaksin COVID-19 global yang sangat tidak merata dan tidak adil. Tenaga medis yang rentan dan mereka yang sangat berisiko malah belum mendapatkan vaksinasi sedangkan negara-negara atau kawasan lainnya sudah mulai menyumbangkan jutaan dosis vaksin.

Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus membeberkan, Pfizer, Moderna dan lainnya perusahaan yang memproduksi vaksin telah menyediakan lebih banyak vaksin, dan tingkat penyediaannya sudah mencukupi negara-negara dunia. Tedros mengungkapkan, perusahaan-perusahaan vaksi ini telah menyerahkan vaksin-vaksin yang diproduksinya pada COVAX dengan tujuan agar masyarakat di negara-negara berpenghasilan rendah dan negara kurang mampu bisa mendapatkan vaksinasi.

Direktur Eksekutif untuk Program Darurat Kesehatan WHO, Mike Ryan menyampaikan, “Saat ini puluhan juta orang di dunia masih belum mendapatkan perlindungan, untuk hal ini kami sangat menyesalkannya”, lebih lanjut ia mengemukakan, pada saat situasi di mana negara yang rentan dan berisiko karena tidak memiliki vaksin, tetapi ada negara yang malah menggunakan vaksin yang begitu berharga untuk suntikan tambahan, “Kami akan merasa malu sekaligus marah.”

Selain itu Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan pada tanggal 12 Juli menyampaikan, tidak ada bukti yang memperlihatkan, mereka yang telah menuntaskan vaksinasi perlu untuk mendapat suntikan ketiga sebagai suntikan tambahan. Soumya mengatakan, mungkin di kemudian hari memerlukan suntikan tambahan ketiga, tetapi saat ini belum ada bukti nyata.

Soumya Swaminathan mengungkapkan, harus ada bukti ilmiah, bukan hanya apa yang diumumkan farmasi begitu saja bahwa perlu mendapatkan suntikan tambahan. Selain itu Soumnya juga mengimbau untuk tidak menyuntik vaksin COVID-19 secara campur, “Hal ini berisiko, karena masih belum memadainya informasi dan bukti mengenai pro dan kontra dari vaksin campuran.”

Komentar

Terbarumore