(Taiwan, ROC) – Aplikasi jasa pelayanan online untuk memanggl taxi atau menyewa mobil pribadi produk perusahaan milik Daratan Tiongkok, App "Didi Chuxing", yang juga termasuk anak perusahaan yang berada di bawah induk perusahaan Beijing Xiaoju Technology Co., Ltd. menyampaikan bahwa ada 25 aplikasi yang diperintah untuk ditarik dari pasar Daratan Tiongkok. Pada hari Sabtu subuh tanggal 10 Juli, aplikasi Didi yang awalnya mengunggah pesan di laman situs medsos Weibo, yang menyatakan akan menerima keputusan tersebut dengan tulus hati dan mematuhi peraturan yang diberlakukan, namun tidak lama kemudian pesan terkait telah dihapus dari laman situs medsos Weibo.
Kantor Administrasi Cyberspace Daratan Tiongkok pada hari Jumat malam tanggal 9 Juli mengeluarkan pengumuman resmi melalui akun WeChat, yang menunjuk bahwa ada 25 aplikasi jasa pelayanan online, termasuk "Didi Enterprise Edition" yang diluncurkan oleh Xiaoju Technology Co., Ltd., telah melakukan tindakan pelanggaran dengan mengumpulkan dan menggunakan data informasi pribadi secara ilegal, dan merujuk kepada peraturan yang ada, maka aplikasi yang bersangkutan harus segera ditarik dari pasar penyedia aplikasi setempat. Semua situs internet dan platform tidak boleh menyediakan layanan penelusuran dan pengunduhan melalui 25 aplikasi di atas yang telah dihapus dari app store.
Pada hari Sabtu tanggal 10 Juli sekitar pukul 1 pagi buta, pihak Didi Chuxing menggungah pendapatnya di laman situs medsos Weibo, menyatakan bahwa pihaknya akan secara tulus menerima dan dengan tegas mematuhi persyaratan dari otoritas terkait, secara ketat sesuai dengan hukum, dan mengacu pada standar nasional yang relevan, melakukan penyelidikan mendalam dan memperbaiki secara serius dari semua masalah yang ada, dan menjamin keamanan informasi pribadi masyarakat umum.
Namun, pada pukul 8 pagi hari Sabtu tanggal 10 Juli , Didi juga secari resmi menghapus postingan yang disebutkan di atas.
Perusahaan Didi Chuxing pada IPO dalam pasar saham di Amerika (initial public offering) pada tanggal 29 Juni telah berhasil mengumpulkan dana sekitar US$ 4,4 miliar atau setara dengan NT$ 122,8 miliar, sehingga menjadikan perusahaan Didi Chuxing menjadi perusahaan asal Daratan Tiongkok terbesar setelah perusahaan Alibaba Group merilis go public di Amerika, yang mana Alibaba sendiri sebelumnya berhasil mengumpulkan US$ 25 miliar pada IPO di tahun 2014 .
Kantor Administrasi Cyberspace Daratan Tiongkok kemudian pada tanggal 2 Juli memberikan pengumuman bahwa untuk mencegah “Risiko keamanan data nasional, menjaga keamanan nasional, dan melindungi kepentingan publik”, Kantor Peninjau Keamanan Internet yang berada di bawah Kantor Administrasi Cyberspace Daratan Tiongkok, dengan merujuk kepada peraturan “Peninjauan Keamanan Internet”, dalam menghadapi masalah peninjauan kembali kondisi perusahaan Didi Chuxing, akan melakukan pemeriksaan secara mendetail dan menghentikan pendaftaran pengguna baru selama masa pemeriksanaan ini.
Dua hari kemudian, Kantor Administrasi Cyberspace Daratan Tiongkok mengeluarkan pengumuman kembali, yang menyatakan bahwa setelah pemeriksaan dan verifikasi, aplikasi Didi Chuxing ditemukan adanya pelanggaran serius terhadap pengumpulan dan penggunaan data informasi pribadi. Oleh karena itu, dengan merujuk kepada keputusan yang ada, maka aplikasi Didi Chuxing ditarik dari peredarannya.